Hidayatullah.com—Sekitar 5.000 orang turun ke jalan-jalan di ibukota Warsawa, Polandia, guna menentang tindakan aborsi pada hari Ahad (31/5/2015), lapor Euronews.
Menyerukan slogan “Kehidupan dan Keluarga” para demonstran menuntut agar morning after pill (sejenis pil KB yang dimimum pagi hari setelah seorang wanita melakukan hubungan seks di malam hari agar tidak hamil) dilarang penjualannya.
Pada bulan April larangan penjualan pil konstrasepsi sekali minum itu di toko-toko sudah disetujui, setelah para politisi berdebat sengit di parlemen. Perdebatan masalah itu juga ramai di media Polandia.
Gerakan pro-kehidupan ingin agar rancangan undang-undang yang memberlakukan larangan total atas aborsi diloloskan oleh parlemen Polandia bulan Juli tahun ini.
Saat ini, aborsi dalam kasus-kasus terbatas masih diperbolehkan di Polandia.
Polandia merupakan satu dari segelintir negara anggota Uni Eropa yang sangat membatasi aborsi. Hanya Irlandia dan Malta yang memberikan peraturan lebih ketat soal aborsi.
Pekan lalu, rakyat Polandia memilih Andrzej Duda sebagai presiden. Dia dikenal sebagai seorang politisi penentang aborsi, perkawinan sesama jenis, serta pembuahan secara in vitro (IVF) alias bayi tabung.*