Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Salah Kirim Bakteri Anthrax ke >50 Laboratorium Dalam dan Luar Negeri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juni 2015 14:55 2:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juni 2015 14:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kasus salah kirim bakteri anthrax hidup oleh Amerika Seikat ternyata lebih luas dari dugaan sebelumnya. Bakteri yang seharusnya dikirim dalam kondisi tidak aktif itu ternyata hingga saat ini diketahui terkirim ke lebih dari 50 laboratorium di 17 negara bagian di Amerika Serikat dan ke tiga negara asing.

Hari Rabu (3/6/215) pejabat Pentagon mengumumkan bahwa kasus salah kirim itu ternyata lebih besar dari jumlah salah kirim yang terungkap pekan lalu.

Para staf di beberapa laboratorium telah mendapatkan perawatan karena terpapar bakteri anthrax, sebagai tindakan kehati-hatian. Tetapi hingga saat ini belum ada yang benar-benar jatuh sakit akibat bakteri itu, lapor BBC.

Pentagon masih bersikukuh mengatakan bahwa kasus tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Pusat Pengendaluan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memimpin penyelidikan atas kasus tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang pejabat bidang pertahanan AS, Robert Work, mengatakan kepada para wartawan bahwa jumlah laboratorium yang terdampak diperkirakan akan bertambah.

Para pakar bidang biosafety mengkritik keras kelalaian yang terjadi dan menyeru agar kehati-hatian dalam penanganan bakteri anthrax ditingkatkan.

Paparan bakteri anthrax antara lain menimbulkan gejala seperti borok di kulit, mual, muntah dan demam, serta dapat mengakibatkan kematian jika tidak segera diobati.

Militer AS telah memerintahkan semua laboratoriumnya agar berhati-hati jika menerima kiriman paket anthrax tidak aktif yang harus mereka teliti. Selain itu militer juga memerintahkan stafnya agar tidak bekerja meneliti bakteri anthrax untuk sementara waktu, sampai ada perintah lain.

Pejabat Pentagon mengatakan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pengiriman bakteri anthrax aktif (hidup) tersebut merupakan sebuah tindakan kesengajaan.

Sampel-sampel bakteri anthrax selama 10 tahun terakhir dikirim melalui jasa kiriman komersial dari sebuah laboratorium militer AS di Utah ke berbagai laboratorium di dalam negeri dan juga ke banyak negara asing.

Selain dikirim ke laboratorium di 17 negara bagian, sampel bakteri anthrax hidup kali ini juga dikirim ke laboratorium di Australia, Kanada dan Korea Selatan.

Anthrax adalah bakteri yang utamanya hidup di spora tidak aktif dan dapat ditemukan secara alami di tanah. Tetapi, orang bisa menghirup spora itu secara tidak sengaja, sehingga mengakibatkan anthrax yang ada di dalamnya menjadi aktif. Anthrax juga bisa masuk melalui celah luka yang ada dikulit seseorang. Petugas yang bekerja terkait dengan bakteri itu diharuskan mengenakan pakaian khusus untuk melindungi dirinya.

Tidak semua orang akan langsung jatuh sakit bila terpapar anthrax, tetapi jika tidak mendapatkan perawatan maka sakit yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kematian.

Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar bakteri anthrax perlu dilakukan tes darah.

Bakteri anthrax juga bisa menjangkiti hewan ternak.

Anthrax mendapatkan perhatian luas di Amerika Serikat pada tahun 2001, tidak lama setelah peristiwa 9/11, di mana ketika itu beberapa surat berisi bubuk anthrax dikirim ke sejumlah kantor-kantor pemberitaan (media), serta pejabat dan senator AS. Akibatnya 22 orang jatuh sakit dan lima di antaranya meninggal dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lukmanul Hakim: Pengertian Istihalah Tak Bisa Dijadikan Landasan Menghalalkan Sesuatu Sesuai Syariah
Tulisan selanjutnya Saudi Periksa Rekening Puluhan Warga Libanon Terkait Hizbullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?