Hidayatullah.com—Ada pengemis-pengemis di Arab Saudi yang memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teroris dan kriminal di dalam dan luar negeri. Demikian menurut laporan media setempat dilansir Arab News Jumat (10/7/2015).
Kelompok-kelompok pengemis tersebut mengumpulkan uang terutama di bulan Ramadhan, begitu menurut kajian terbaru. Mereka kebanyakan terdiri dari para pekerja ilegal, atau orang-orang yang datang dengan visa haji atau umrah dan tinggal di Saudi melebihi batas yang ditentukan.
Hasil kajian itu sejalan dengan seruan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang menyarankan agar masyarakat tidak memberikan uang kepada para pengemis yang meminta-minta di jalanan, masjid dan pasar-pasar, kata laporan itu.
Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan Kementerian Urusan Sosial dalam menangkap para pengemis laki-laki dan perempuan yang berkeliaran di pasar-pasar, sekitar lampu merah, masjid-masjid, serta tempat-tempat publik di seluruh wilayah kerajaan.
Operasi pemberantasan pengemis itu setiap harinya dijalankan oleh tim yang terdiri petugas dari kepolisian, Departemen Lalu Lintas, Komisi Amal Ma’ruf Nahi Munkar (polisi moral Saudi yang bisa disebut Haia), patroli keamanan, Departemen Paspor, dan kesatuan khusus lainnya.
Ketika pengemis ditangkap mereka yang merupakan orang asing dibawa ke Departemen Paspor, sementara pengemis warga Saudi dibawa ke kantor dinas sosial. Di sana kasus mereka diperiksa lebih lanjut.
Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak pengemis yang juga merambah media sosial untuk mendulang uang, seringkali dengan mencantumkan nomor rekening bank yang akan menampung sumbangan dari siapa saja yang bersedia memberikan uangnya. Pihak berwenang Saudi telah meminta kepada warganya agar melaporkan kegiatan semacam itu jika mereka menemukannya.
Kementerian Urusan Sosial Arab Saudi berulang kali mengimbau agar donasi yang diberikan oleh para filantropis, individu atau lembaga disalurkan ke lembaga-lembaga terpercaya yang dapat menanganinya.
Beberapa usulan muncul untuk menangani fenomena pengemis di Saudi, antara lain Kementerian Urusan Sosial hendaknya memiliki daftar nama keluarga yang berhak dan layak untuk mendapatkan bantuan. Daftar itu kemudian dibagikan kepada masyarakat yang ingin menyumbangkan uangnya.
Belum lama ini, sejumlah kelompok yang dibuat warga Saudi secara sukarela dengan pengawasan dari imam masjid setempat mengumpulkan uang, makanan dan pakaian untuk keluarga miskin, para janda dan anak yatim di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sebagian lembaga sukarelawan mengumpulkan uang dari komunitas mereka untuk membantu orang-orang yang dipenjara karena tidak bisa membayar hutang. Ada pula yang mengumpulkan uang untuk biaya memperbaiki atau membangun masjid baru, lapor Arab News.*