Hidayatullah.com—Pihak kejaksaan untuk kasus-kasus darurat di Mesir akhirnya melepaskan seorang mahasiswa yang ditahan karena berdiri di depan Kedutaan Prancis dengan membawa spanduk yang menyebutkan dirinya memiliki informasi perihal serangan di Paris belum lama ini.
Dilansir Al-Ahram Selasa (17/11/2015), Muhammad, seorang mahasiswa Sekolah Administrasi Bisnis Universitas 6 Oktober berdiri di depan Kedutaan Prancis di Kairo, sambil membawa tulisan berbunyi, “Saya memiliki informasi tentang anggota-anggota ISIS yang berada di belakang serangan-serangan itu” dan “Saya ingin menikah, tetapi saya membutuhkan bantuan finansial Anda.”
Muhammad kemudian diciduk aparat dan sempat mendekam dalam tahanan sebentar, sebelum akhirnya dibebaskan.
Jumat malam pekan lalu sejumlah kafe dan restoran di Paris mendapat serangan bersenjata oleh orang tak dikenal. Selain itu, terjadi bom bunuh diri di luar Stade de France dan lokasi konser musik di Bataclan. Lebih dari seratus orang tewas, tiga ratus lebih orang mengalami luka, 80 orang menderita luka serius.
Kelompok ISIS mengklaim sebagai pelaku dari serangan-serangan di Paris tersebut.
Menyusul peristiwa itu, Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan negara dalam keadaan darurat.*