Hidayatullah.com—Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar telah memerintahkan pembebasan dari tahanan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang keliru ditangkap di sebuah masjid, karena jamaah shalat Jumat mengiranya sebagai pendukung ISIS.
Para warga awal bulan ini meringkus Bandar Al-Zafiri di area parkir Masjid Hamzah bin Abdul Muthallib di Riyadh, setelah dia berusaha mendiskusikan khutbah Jumat dengan imam, lalu menyerahkan pemuda itu ke kantor polisi.
Abdulaziz Al-Zafiri, ayah dari pemuda tersebut, mengatakan bahwa gubernur telah memahami apa yang terjadi sesungguhnya, setelah menanyai pihak keamanan, dan telah memerintahkan agar pemuda itu dibebaskan,
“Kami yakin dia tidak bersalah. Kami percaya kepada pemimpin dan pemerintah kami, dan dia sekarang telah dipulangkan kepada keluarganya dan kembali bersekolah,” kata Abdulaziz, seperti dikutip Arab News Selasa (20/10/2015).
Abdulaziz mengkritik pihak-pihak yang menyampaikan informasi keliru di media sosial tentang kejadian itu. Orang seharusnya mencari kebenarannya sebelum menyampaikan informasi yang dapat merusak reputasi orang lain, katanya.
Abdulaziz meminta agar para imam muda dan dai-dai muda untuk merespon pertanyaan dari para remaja dan tidak terburu-buru mengeluarkan fatwa, yang sebenarnya menjadi wewenang para ulama yang diakui akreditasinya.
Ayah pemuda itu berencana menggugat orang-orang yang menyebabkan putranya itu mengalami tekanan psikologis, seraya menambahkan bahwa dia berdoa memohon kepada Allah agar negara Saudi dan pemerintahnya terhindar dari mara bahaya.*