Hidayatullah.com—Sebuah pesawat pengintai tanpa awak, yang diduga kuat milik Amerika Serikat, telah jatuh di Yaman di mana Washington melancarkan perang dengan menggunakan drone (pesawat tak berawak) atas kelompok Al-Qaidah, kata seorang pemimpin suku setempat.
Dilansir AFP Selasa (20/10/2015), pesawat mata-mata itu jatuh di distrik Wadi Abida di Provinsi Ma’rib, bagian tengah Yaman. Daerah itu merupakan kawasan pertempuran besar antara kelompok pemberontak Syiah dukungan Iran dengan kelompok pendukung Presiden Yaman Abd-rabbu Mansur Hadi. Kelompok pemberontak Syiah mengklaim mereka yang menembak jatuh pesawat pengintai itu.
“Pesawat itu tidak dipersentai rudal,” kata pemimpin suku setempat Moajeb Al-Maribi, tanpa menjelaskan lebih lanjut apa yang menjatuhkan pesawat itu.
Washington mengerahkan pesawat-pesawat tanpa awak yang dapat menembakkan rudal dan juga yang berfungsi sebagai pengintai di Yaman guna memerangi kelompok AQIM (Al-Qaidah di Semenanjung Arab), yang dianggap oleh Amerika Serikat sebagai cabang paling berbahaya dari “jaringan jihad”.
Kantor berita yang dikuasai pemberontak Syiah, Saba, mengatakan pesawat pengintai tak berawak itu ditembak jatuh oleh pemberontak dan sekutunya –tentara pembelot yang masih setia kepada pendahulu Hadi yang dilengserkan, Ali Abdullah Saleh.
“Para pahlawan dari tentara dan kelompok perlawanan rakyat menembak menembak jatuh sebuah drone musuh di distrik Wadi Abida pada Senin malam,” lapor Saba, seperti dikutip AFP.
Pasukan loyalis dan pasukan sekutu dari koalisi pimpinan Arab Saudi menguasai kota Marib, tetapi wilayah provinsi sekelilingnya menyaksikan pertempuran berlarut-larut antara pasukan koalisi tersebut dengan pasukan pemberontak Syiah dan sekutunya.
Sementara itu, Al-Qaidah konon sejak lama bercokol di Provinsi Ma’rib itu.*