Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

MSF: 16 Lagi Korban Kelaparan di Madaya, Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2016 18:21 6:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2016 18:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setidak-tidaknya 16 orang lagi tewas akibat kelaparan di kota terkepung Madaya, Suriah, sejak iringan bantuan memasuki kota itu awal bulan ini, kata laporan Dokter Tanpa Batas (MSF).

Beberapa lusin warga lain di kota itu “terancam tewas” karena malnutrisi akut, kata kelompok kemanusiaan tersebut memperingatkan.

Dengan kematian terakhir itu, jumlah warga dilaporkan tewas akibat kelaparan di Madaya tercatat 46 orang sejak Desember, kata MSF.

Namun, badan amal kesehatan itu mengatakan, jumlah korban sesungguhnya kemungkinan lebih tinggi.

“MSF mempunyai laporan kesehatan jelas atas 46 kematian itu sejak 1 Desember,” kata MSF dalam pernyataan kepada AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jumlah sebenarnya hampir dipastikan lebih tinggi, karena MSF mendengar laporan adanya warga yang sekarat akibat kelaparan di rumah mereka,” katanya.

Madaya, di Provinsi Damaskus, berada dalam pengepungan pemerintah dan nasibnya menjadi salah satu unsur alot dalam pembicaraan perdamaian perang Suriah, yang dimulai pada Jumat, setelah ditunda.

Oposisi Suriah ingin melihat implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut diakhirinya pengepungan di negara tersebut sebelum melangkah ke negosiasi baru.

Madaya merupakan satu dari empat kota yang termasuk dalam kesepakatan langka tahun lalu, yang ditujukan untuk menghentikan pertempuran dan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

Namun, meski ada kesepakatan itu, PBB dan kelompok bantuan lain hanya memiliki akses terbatas ke Madaya –selain ke kota Zabadani yang dikuasai pemberontak serta kota Fuaa dan Kafraya yang dikuasai pemerintah– yang berada dalam kepungan oposisi.

Kondisi di Madaya dilaporkan paling parah, dengan sekitar 42 ribu warga sipil dikepung oleh pasukan pemerintah, yang menanam ranjau darat di seputar kota untuk mencegah orang-orang pergi.

Sementara pemerintah memiliki kemampuan untuk membagikan pasok bantuan lewat udara ke Fuaa dan Kafraya, oposisi tidak mempunyai kemampuan serupa, dan kelompok bantuan secara berkala mendesak akses bantuan ke empat kota itu.

Mereka juga menyerukan evakuasi warga yang menderita malnutrisi ataupun penyakit lain.

MSF mengatakan setidaknya ada 320 kasus malnutrisi di kota itu, termasuk 33 orang dengan kasus sangat parah sehingga jika tidak segera ditangani bisa meninggal.

“Ini benar-benar tidak bisa diterima, bahwa rakyat terus meninggal akibat kelaparan.Dan kasus-kasus medis yang kritis itu masih ada di kota tersebut ketika mereka seharusnya sudah dievakuasi berminggu-minggu yang lalu,” kata direktur operasi MSF Brice de le Vingne.

“Pihak-pihak berseteru yang bertanggung jawab atas strategi pengepungan ini harus segera membolehkan akses medis dan kemanusiaan tanpa hambatan,” katanya.

Setelah kesepakatan pada September untuk keempat kota itu, bantuan kemanusiaan telah dikirimkan, namun bantuan tidak diizinkan masuk hingga 11 Januari, setelah munculnya laporan kematian di Madaya.

Konvoi tambahan untuk bantuan pangan dan obat-obatan memasuki Madaya, Fuaa dan Kafraya pada 14 Januari, dan ke semua empat kota pada 19 Januari.

Namun, kelompok bantuan mengatakan distribusi makanan tidak mencukupi.

PBB memperkirakan sekitar 486.700 warga Suriah hidup dalam pengepungan yang diberlakukan oleh rejim, pemberontak ataupun kelompok militan IS.

Kepala badan bantuan PBB mengatakan pekan ini bahwa 75 persen permintaannya untuk mengirimkan bantuan ke Suriah tidak direspon oleh pemerintah, demikian Antara mengutip AFP.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelaparanMadayamal nutrisisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenal Millah Abraham Lebih Dekat [1]
Tulisan selanjutnya Mengenal Millah Abraham Lebih Dekat [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?