Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oposisi Suriah Tidak Diundang dalam Pertemuan di Wina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2015 11:11 11:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Oktober 2015 11:11
Bagikan
Pasukan dari kelompok oposisi Suriah.
Bagikan

Hidayatullah.com—Baik organisasi politik oposisi terbesar maupun perwakilan dari kelompok oposisi bersenjata tidak ada yang diundang dalam pertemuan internasional di Wina, Austria, guna membicarakan masalah konflik Suriah. Demikian menurut keterangan seorang politisi oposisi dan pemimpin perlawanan Suriah.

Sementara itu, pemerintah Suriah di Damaskus belum juga mengeluarkan pernyataan resmi tentang pertemuan di Wina yang akan digelar hari Jumat ini (30/10/2015), yang mengundang belasan negara termasuk Arab Saudi dan Iran, lapor Reuters.

Oposisi menentang keikutsertaan Iran dalam pembicaraan tersebut karena dukungan militer yang diberikan oleh negara Syiah itu kepada rezim Bashar Al-Assad.

George Sabra, seorang anggota Koalisi Nasional Suriah, mengatakan kepada Reuters bahwa tidak diundangnya oposisi Suriah dalam pertemuan di Wina itu mencerminkan “kekurang seriusan”. Ketika ditanya apakah koalisi oposisi Suriah pernah diundang ke pertemuan-pertemuan itu, Sabra menjawab, “Itu tidak terjadi.”

“Hal tersebut menjadi titik lemah terbesar dalam pertemuan itu, karena pertemuan tersebut akan mendiskusikan isu-isu orang Suriah sementara mereka tidak hadir,” kata Sabra, seorang politisi partai komunis Suriah lulusan teknologi pendidikan dari Universitas Indiana Bloomington, Amerika Serikat, dan salah satu penulis naskah Iftah Ya Simsim, program televisi untuk anak-anak Sesame Street edisi Arab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bashar Al-Zoubi dari Tentara Yarmouk, kelompok perlawanan yang berafiliasi dengan Free Syrian Army (FSA), kepada Reuters mengatakan bahwa perwakilan dari kelompok-kelompok oposisi bersenjata tidak diundang dalam pertemuan di Wina.

“Iran merupakan bagian dari masalah dan bukan solusi, dan partisipasinya dalam pertemuan itu akan membuktikan hal tersebut kepada dunia,” kata Zoubi. “Ini adalah pertemuan yang diterima oleh Arab Saudi dan Turki untuk mengungkap tentang Iran.”

Sabra mengulangi keberatannya atas partisipasi Iran, dengan mengatakan negara Syiah itu tidak dapat berperan sebagai mediator. “Opsir-opsirnya setiap hari bertempur di garis-garis depan di Suriah,” imbuh Sabra, merujuk perwira-perwira militer Iran yang ikut bertempur di Suriah. [Baca juga berita sebelumnya: Mengapa orang Afghanistan mau mati untuk Iran di Suriah?]*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki akan Gempur Militan Kurdi-Suriah Dukungan Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Gugur Intifada Sudah 68, Hamas Seru “Jumat Kemarahan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?