Hidayatullah.com—Jaksa Mesir Hisham Barakat akhirnya meninggal dunia akibat serangan bom yang menarget iring-iringan kendaraannya di ibukota Kairo hari Senin (29/6/2015).
“Dia telah meninggal dunia,” kata Menteri Kehakiman Ahmed Al-Zind kepada AFP di rumah sakit di mana Barakat dirujuk menyusul serangan bom.
Menteri Kesehatan Adel Adawi kepada para wartawan di luar RS Al-Nozha, di mana Barakat dirawat, mengatakan bahwa Barakat meninggal akibat luka-luka dari ledakan yang menyebabkan paru-paru dan lambungnya pecah, serta pendarahan internal.
Sementara itu, dua warga sipil dan dua anggota kepolisian dikabarkan juga terluka dalam serangan yang terjadi di distrik Heliopolis, di luar sebuah sekolah militer.
Sumber-sumber keamanan mengatakan sebuah bom, yang ditaruh di sebuah mobil yang diparkir, diledakkan melalui remote control ketika iring-iringan kendaraan Hisham Barakat melintas setelah meninggalkan rumahnya, lapor Aljazeera.
Para saksi mengatakan ledakan cukup keras, sehingga mampu memecahkan kaca depan toko dan rumah di sekitarnya. Bumbungan asap hitam mencuat ke udara menyusul ledakan, dan sejumlah mobil di dekatnya dilalap api.
Belum ada yang mengklaim sebagai pelaku serangan mematikan itu. Sementara kelompok Al-Ikhwan Al-Muslimun mengecam pembunuhan tersebut.
Di masa pemerintahan sementara Presiden Adly Mansour pada Juli 2013 Hisham Barakat ditunjuk untuk memimpin kantor kejaksaan.
Di masa kepemimpinan Barakat, kejaksaan Mesir memerintahkan pembekuan aset-aset milik tokoh-tokoh senior Al-Ikhwan Al-Muslimun, serta tokoh Al-Jamaah Al-Islamiyyah dan tokoh Muslim lain yang mendukung pemerintahan Mursy. Barakat juga memerintahkan penangkapan atas ketua Al-Ikhwan Muhammad Badi.
Sejak Muhammad Mursy dilengserkan dari kursi kepresidenan pada 3 Juli 2013, Mesir mengalami eskalasi serangan bom, dengan target utama polisi dan militer. Para pejabat hukum Mesir beberapa kali juga mendapatkan serangan atau ancaman bom. [Baca juga berita sebelumnya: Bom meledak di depan konsulat Saudi di Kairo dan Tokoh JI: rekonsiliasi Al-Ikhwan dan pemerintah Mesir satu-satunya solusi]
Bulan lalu, afiliasi ISIS/ISIL di Mesir mendesak para pengikutnya agar menyerang para hakim.
Awal bulan Juni ini, tiga hakim ditembak mati di kota Al-Arish di Sinai.*