Hidayatullah.com—Pengrajin bendera nasional di seantero Prancis bergegas memenuhi permintaan puluhan ribu bendera yang akan digunakan dalam pawai mengenang korban serangan di ibukota Paris.
Presiden menyeru kepada seluruh rakyatnya agar mengibarkan bendera nasional di rumah-rumah dan tempat-tempat kerja mereka hari Jumat ini (27/11/2015), guna mengenang korban serangan Paris.
Permintaan akan bendera nasional meningkat tajam dan produsen kewalahan memenuhi permintaan tersebut.
“Kami mendapat telepon terus, beberapa telepon dalam satu menit, pada saat yang sama kami harus membuat bendera, menemui klien, kami harus melakukan semuanya. Cukup melelahkan, terutama karena kami terus bekerja sepanjang malam dan tidur hanya satu jam,” kata seorang pekerja di Paris Drapeaux, seperti dikutip Euronews.
Peringatan korban serangan Paris digelar di monumen Les Invalides yang dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Francois Hollande dan mantan presiden Nicolas Sarkozy.
“Saya datang ke sini untuk membeli sebuah bendera agar bisa dikibarkan di rumah, karena tradisi tersebut kembali dilakukan dengan adanya ancaman terorisme ini. Hal itu memaksa kami untuk menunjukkan persatuan dan menegaskan identitas kebangsaan dan wibawa kami,” kata seorang pria.
Dia seperti banyak orang lainnya sulit mendapatkan penjual bendera menjelang detik-detik peringatan tersebut.
“Mulai malam ini saya harus memiliki satu di rumah, dan saya pikir kita harus mengibarkan bendera kita sepanjang waktu. Penting untuk merasa sebagai orang Prancis,” kata seorang pemilik toko.*