Hidayatullah.com—Hakim banding di Mahkamah Agung Erkan Ozkaya, yang mengawasi penyelidikan atas hakim dan jaksa yang terlibat dalam penyelidikan kasus-kasus korupsi di lingkaran dalam Presiden Recep Tayyip Erdogan, telah mengeluarkan surat perintah untuk putra Erdogan, Bilal, setelah dia tidak muncul di persidangan pada 2 November lalu.
Dilansir Today Zaman Jumat (27/11/2015), jaksa Muammer Akkas dan hakim Suleyman Karacol dicopot dari jabatannya setelah mereka ikut ambil bagian dalam penyelidikan kasus korupsi besar yang mencuat ke publik pada 17 Desember 2013. Mereka menjadi target serangkaian tindakan pemerintah (ketika itu Erdogan masih menjabat perdana menteri) yang menyingkirkan siapa saja pejabat dan staf bidang kehakiman yang melakukan penyelidikan terhadap kasus korupsi di lingkaran dalam Erdogan.
Karacol dan Akkas ditangkap pada bulan September dan penyelidikan kemudian dilakukan atas keduanya. Mereka dihadapkan ke meja hijau dengan tuduhan melakukan tindakan buruk.
Bilal Erdogan dalam kasus kedua penegak hukum itu bertindak sebagai pendakwa (bukan terdakwa, red), orang yang melaporkan Karacol dan Akkas. Hakim pengeluarkan surat perintah agar Bilal Erdogan menghadiri persidangan kasus tersebut di kemudian hari.
Akkas, dalam penyelidikan kasus korupsi di lingkaran dalam Erdogan, bertindak sebagai jaksa memerintahkan penangkapan atas sejumlah tersangka, termasuk tokoh-tokoh dan pengusaha yang memiliki hubungan dengan pemerintah pimpinan Erdogan ketika itu. Akan tetapi, Departemen Kepolisian Istanbul –yang melihat banyak petingginya bakalan terseret kasus korupsi itu– menolak untuk menjalankan perintah penangkapan yang dikeluarkan Akkas.
Orang-orang yang akan ditangkap berdasarkan perintah kejaksaan itu antara lain Bilal Erdogan, pengusaha Mehmet Cengiz, Mustafa Latif Topbas, serta Yasin Al-Qadi –seorang pengusaha Arab Saudi yang masuk dalam daftar teroris Departemen Keuangan Amerika Serikat.
Tidak lama setelah Akkas mengeluarkan surat penangkapan itu, dia, Karacol dan sejumlah jaksa yang terlibat dalam penyelidikan kasus korupsi di lingkaran dalam Erdogan, diberhentikan dari tugasnya, kemudian ditangkapi dengan beragam tuduhan mulai dari tidak melaksanakan tugas dengan baik hingga tuduhan berusaha mendongkel pemerintahan Turki yang sah.
Penyelidikan kasus korupsi di lingkaran dalam Erdogan itu pula yang menyebabkan hubungan mesra Erdogan dengan tokoh Muslim Turki, Fethullah Gulen, menjadi getir. Erdogan menuding tuduhan korupsi atas putranya dan orang-orang di sekelilingnya dibuat dan dikarang oleh para pengikut Gulen.*