Hidayatullah.com—Sementara usaha pemberantasan HIV berhasil menyelamatkan nyawa lebih dari satu juta bayi, AIDS sekarang menjadi penyebab utama kematian para remaja di Afrika dan kedua di kalangan orang dewasa di seluruh dunia, kata UNICEF hari Jumat (27/11/2015).
Dalam paparannya di sebuah konferensi global di Afrika Selatan, UNICEF menjelaskan sejak tahun 2000 jumlah kematian remaja usia 10–19 tahun akibat penyakit berkaitan dengan AIDS naik tiga kali lipat.
Anak-anak yang terlahir membawa HIV sekarat akibat AIDS, sebab tidak ada cukup perawatan bagi mereka ketika beranjak dewasa, kata kepala divisi HIV/AIDS di UNICEF Craig McClure seperti dilansir Associated Press.
Remaja yang dilahirkan tanpa membawa virus itu juga rentan, karena tingkat infeksi di kalangan remaja usia 15–19 tahun sekarang naik menjadi 26 infeksi baru setiap jam. Sebanyak 70 persen dari mereka yang terinfeksi adalah anak perempuan.
Secara biologis perempuan lebih rentan terinfeksi HIV, tetapi di balik itu ada statistik faktor sosial seperti literasi dan pernikahan dini yang mempengaruhinya, kata McClure.
Infeksi di kalangan orang dewasa 60% terjadi di sub-Sahara Afrika –terbanyak di Afrika Selatan dan Nigeria. Namun, negara-negara seperti Amerika Serikat, India, Indonesia dan Brazil juga menunjukkan peningkatan jumlah infeksi baru di kalangan remaja.
Mani Djelassem, aktivis berusia 17 tahun asal Chad yang selama 4 tahun belakangan giat bicara soal hidup sebagai pengidap HIV, mengatakan bahwa para remaja tidak mendapatkan pengajaran layak tentang penyakit mematikan itu, virusnya dan pengobatannya.
“Saya terinfeksi ketika dilahirkan. Apa kesalahan saya dalam hal ini? Apakah ini sesuatu yang harus membuat saya malu?” kata remaja bersuara lembut itu.
Djelassem mengatakan tidak ada orang yang berbicara kepada remaja perihal AIDS, maka dia sekarang giat menyuarakannya.*