Hidayatullah.com–Salah satu perusahaan penyedia layanan internet terbesar di Inggris, Sky, memblokir muatan pornografi mulai awal 2016, demikian kutip BBC hari Rabu.
Blokir otomatis terhadap muatan pornografi ini sebagai tindak lanjut dari permintaan pemerintah yang dikeluarkan pada Juli 2013, dalam upaya melindungi anak dari pengaruh buruk pornografi.
Sky sudah mengirim surat kepada para pelanggan pada November 2013 apakah mereka ingin penyaring muatan ini dimatikan atau tidak, tapi hanya 3% pelanggan yang ingin penyaring ini dihidupkan.
Surat pemberitahuan kedua dikirim Januari 2015, yang menyebutkan penyaring akan dihidupkan jika pelanggan tidak menjawab surat ini dan sekarang Sky mengatakan penyaring secara otomatis dihidupkan bagi para pelanggan baru.
Namun tidak semua pihak setuju dengan keputusan Sky.
Para pegiat di Open Rights Group (ORG) beralasan menyaring muatan pornografi tidak menjamin anak bebas dari pengaruh buruk dari muatan dewasa tersebut.
“Para orang tua harus menjalin dialog dengan anak-anak sehingga anak-anak punya keterampilan untuk menjelajah di internet secara aman,” demikian pernyataan ORG.
Sebelum ini, tahun 2014, Perdana Menteri Inggris David Cameron pernah mengumumkan, memiliki akses pornografi online yang menggambarkan perkosaan akan ilegal.
Setiap rumah di Inggris tidak akan dapat mengakses konten pornografi melalui internet, kecuali mereka meminta untuk dapat mengaksesnya, seperti diumumkan oleh Cameron.
Cameron juga memperingatkan bahwa akses terhadap pornografi online “merusak masa anak-anak”.
Dalam perang melawan pornogarafi ini, lebih 680 orang ditangkap dalam sembilan bulan terakhir karena mengunduh foto tidak senonoh anak-anak, kata National Crime Agency Inggris dikutip BBC.
Lebih 90% terduga pelaku tidak diketahui polisi melakukan pelanggaran sejenis, sementara 104 orang “memiliki posisi yang dipercaya” dalam masyarakat, termasuk 32 orang terkait dengan pendidikan.
Sekitar 399 anak-anak diidentifikasi berada dalam kelompok risiko setelah penangkapan tersebut.
Sudah 600 lokasi diperiksa dan 682 orang yang diduga pelaku telah ditanyai oleh operasi yang dipimpin NCA.*