Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Cologne Berunjuk Rasa Memprotes Banyaknya Serangan Seksual oleh Imigran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Januari 2016 10:43 10:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Januari 2016 10:21
Bagikan
Polisi memeriksa sejumlah orang di sekitar stasiun besar kereta di Cologne.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan wanita turun ke jalan di kota Cologne, Jerman, guna memprotes serangan seksual dan pencurian yang banyak terjadi pada Malam Tahun Baru lalu, lapor BBC Selasa (5/1/2016).

Para pengunjuk rasa membawa tulisan berisi tuntutan agar Kanselir Jerman Angela Merkel segera bertindak.

Merkel sebelumnya telah mengungkapkan kemarahannya atas “serangan menjijikkan” itu dan mengatakan semua harus dilakukan untuk menangkap para pelaku.

Saksi-saksi dan polisi mengatakan bahwa pelaku terdiri dari pria-pria yang sosoknya menunjukkan berasal dari Arab atau Afrika Utara.

Begitu banyaknya serangan tersebut, yang melibatkan pemuda-pemuda mabuk dan agresif, telah mengguncangkan negeri Jerman, dan memicu perdebatan lintasnegara bagian perihal pengungsi dan migran yang kebanyakan datang dari Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, Walikota Cologne Henriette Reker mendesak warga agar tidak tergesa mengambil kesimpulan perihal pelaku serangan, yang sampai sekarang belum ada yang tertangkap.

Sedikitnya 90 laporan serangan seksual yang terjadi pada Kamis malam (31/12/2015) di stasiun besar di kota Cologne diadukan ke polisi.

Sedikitnya satu orang melaporkan dirinya diperkosa, sedangkan banyak wanita lainnya mengaku tubuhnya diraba-raba, termasuk seorang anggota polisi sukarela.

Para wanita di Hamburg dan Stuttgart juga mengalami serangan seksual serupa, tetapi dalam skala yang lebih kecil.

Polisi terekam kamera sedang mencegat dan menanyai para lelaki di dekat stasiun kereta utama di Cologne pada hari Selasa kemarin.

Namun, kepala kepolisian setempat Wolfgang Albers mengatakan belum ada tersangka yang ditangkap dalam kasus serangan seksual Malam Tahun Baru.

“Kami sekarang ini belum mendapatkan tersangka, jadi kami tidak tahu siapa pelakunya,” kata Albers.

“Yang kami tahu hanya bahwa polisi yang bertugas di lokasi kejadian melihat pelakunya kebanyakan pemuda berusia 18 sampai 35 tahun berasal dari kawasan Arab atau Afrika Utara.”

Menteri Kehakiman Heiko Maas mewanti-wanti agar tidak menggunakan kasus serangan seksual itu sebagai alat memicu sentimen anti pengungsi atau imigran.

“Dalam hukum pidana yang terpenting adalah membuktikan suatu kejahatan terjadi, dan semua orang sama di hadapan hukum,” kata Maas.

“Tidak masalah dari mana seseorang berasal, yang menjadi masalah adalah apa yang mereka lakukan dan apakah kita bisa membuktikan [kejahatan] itu,” imbuhnya.

Hari Selasa (5/1/2016) Kanselir Merkel memanggil Walikota Reker untuk mendiskusikan serangan seksual tersebut.

Pejabat wanita itu menjanjikan tindakan pencegahan menjelang karnaval bulan Februari mendatang, ketika ratusan ribu orang tumpah ke jalan-jalan melihat keramaian yang ada.

Seorang pria menceritakan bagaimana kekasihnya dan putri kekasihnya yang berusia 15 tahun dikepung sejumlah laki-laki di luar stasiun besar di Cologne dan dirinya tidak dapat menolong keduanya. Perempuan ibu-anak itu digerayangi dadanya dan bagian tubuh di antara kedua kaki oleh sekelompok pria yang mengerubunginya.

Seorang wanita pelancong asal Inggris kepada BBC menceritakan kejadian yang dialaminya ketika berada di Cologne pada Malam Tahun Baru lalu. Dia dikepung sejumlah lelaki yang tidak berbicara bahasa Inggris atau Jerman. “Mereka berusaha memeluk kami, mencium kami. Seorang pria mencuri tas teman saya. Seorang lainnya berusaha memasukkan kami ke dalam ‘taksi gelap’nya. Saya pernah mengalami situasi yang menakutkan dan bahkan mengancam jiwa, tetapi saya tidak pernah mengalami hal yang semacam itu.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Banyak ‘al-Nimr’ di Iran [2]
Tulisan selanjutnya Wilayah Caplokan ISIS di Suriah dan Iraq Menyusut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?