Hidayatullah.com–Seorang mantan anggota intelejen senior Inggris ingin memberi bukti bahwa badan keamanan negara tersebut sudah mengetahui tentang penyiksaan tahanan di penjara AS di Teluk Guantanamo, sebuah koran melaporkan.
Mantan pejabat berusaha mendapat izin untuk membeberkan bukti pada parlemen, dia mengatakan bahwa seorang petugas Inggris menyaksikan penyiksaan tahanan pada 2002, Sunday Times mengutip perkataan sumber pejabat keamanan senior.
Bukti penyiksaan itu telah dibongkar pada pertemuan di markas MI5 Inggris, London pada tahun 2002 dan bukti tersebut diyakini termasuk klaim bahwa tentara Inggris menyaksikan para tahanan diborgol, ditutup kepalanya dengan kain, waterboarding, dan menjadi korban penyiksaan mental oleh petugas CIA, dikatakan di laporan dikutip ibtimes.co.uk, Senin (25/01/2016).
Waterboarding, adalah teknik interogasi yang dikenakan kepada tahanan dengan cara mengikat tangan dan wajah, kemudian kepalanya ditutup dan dituangkan air.
Tidak ada seorangpun yang dapat segera mengatakan itu pada kementrian dalam negeri Inggris yang mengendalikan pertanyaan-pertanyaan media pada organisasi resmi seperti MI5.
Senat AS mempublikasikan sebuah laporan pada 2014 yang mengatakan bahwa CIA telah menggunakan kekerasan seksual, waterboarding, dan metode kekerasan lainnya dalam menginterogasi tersangka terorisme pada tahun-tahun setelah peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Bulan lalu seorang mantan tahanan Inggris di Guantanamo mengatakan bahwa petugas kemanan Inggris menyaksikan dia disiksa oleh tentara Amerika di Afghanistan.
Secara terpisah, seorang mantan tahanan Inggris lain di Guantanamo mengatakan pada 2014 bahwa dia mengalami penyiksaan psikologis termasuk ancaman akan dieksekusi dan tidak diberi akses pada cahaya apapun.
Penjara di Guantanamo, di Kuba, dibuka pada tahun 2002 untuk menampung para tahanan asing kasus terorisme tetapi hal itu memantik kritik internasional dari banyak negara dan aktivis HAM. Presiden AS Barrack Obama sedang berusaha menutup penjara itu.*/Nashirul Haq AR