Hidayatullah.com—Kobaran api yang merusak sebuah bangunan yang akan dipakai sebagai penampungan migran di Jerman bagian timur disambut sorak-sorai gembira oleh warga setempat yang menyaksikannya, kata polisi.
Hari Ahad dini hari (21/2/2016) di kota Bautzen, api menghanguskan atap sebuah bangunan bekas hotel yang dialihfungsikan sebagai tempat penampungan migran.
Polisi mengatakan sebagian warga setempat yang berkerumun menyaksikan kebakaran itu berupaya menghalangi petugas agar tidak memadamkan api yang merusak atap bangunan, lapor BBC.
Kepala pemerintahan daerah Saxony Stanislav Tillich menyebut orang-orang itu sebagai “kriminal”.
Penyebab kebakaran belum diketahui, tetapi petugas yang biasa menangani kasus kejahatan ekstrimis turun tangan dalam penyelidikan. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
Beberapa hari lalu di kota Clausnitz, yang berada di wilayah sama, memblokade kedatangan bus pengangkut migran ke tempat penampungan.
“Kami adalah rakyat,” teriak warga setempat menentang kedatangan orang-orang asing di wilayah mereka, meniru teriakan para demonstran tahun 1989 yang menuntut reunifikasi dua Jerman dan diruntuhkannya Tembok Berlin.
Ironisnya, direktur penampungan migran di Clausnitz adalah anggota kelompok anti-migran partai Alternativ fuer Deutschland (AfD).
Polisi di Bautzen mengatakan warga yang berkerumun menyaksikan kebakaran mengeluarkan komentar-komentar menunjukkan “kegembiraan yang tidak patut”. Dua pria mabuk ditangkap aparat setelah menolak pergi meninggalkan tempat kejadian.
Hotel yang dialihfungsikan itu rencananya akan dipergunakan untuk menampung sekitar 300 migran.
Sementara itu di Bradenburg, aparat terus menelusuri kasus penyebaran leaflet yang mengajak warga Jerman sepenuhnya menentang kedatangan orang-orang asing di wilayah mereka, lapor media Jerman Tagesspiegel. Selebaran yang beredar itu diduga kuat buatan kelompok neo-Nazi.*