Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejuang Demokrasi Aung San Suu Kyi Berang Diwawancarai Jurnalis Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2016 07:53 7:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2016 07:53
Bagikan
Aung San Suu Kyi dan presenter acara BBC Today, Mishal Husain
Bagikan

Hidayatullah.com–Sosok pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi selama ini digambarkan sebagai sosok penyabar, berjuang dalam damai hingga dia bisa merebut kekuasaan di Myanmar.

Namun, sebuah kabar terbaru menyebutkan, dia pernah marah ketika diwawancarai seorang  wartawan muslim keturunan Pakistan. Insiden ini terjadi ketika Suu Kyi ditanya soal kekerasan terhadap warga minoritas muslim Rohingya oleh televisi Inggris BBC.

Klaim soal kemarahan Suu Kyi itu disampaikan Peter Popham seorang jurnalis surat kabar Inggris, The Independent yang juga penulis buku ‘The Lady and The Generals — Aung San Suu Kyi and Burma’s Struggle for Freedom‘ (The Lady dan Para Jenderal: Perjuangan Aung San Suu Kyi dan Burma Menuju Kebebasan).

Menurut buku itu, Suu Kyi kehilangan kesabarannya usai diwawancarai presenter acara BBC Today, Mishal Husain.

Begitu kesalnya, Suu Kyi dengan hasil wawancara itu hingga dia sempat terdengar menggerutu di saat off-air.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tidak ada yang memberitahu saya, saya akan diwawancara oleh seorang muslim,” ucap Suu Kyi saat diwawancara wartawan BBC keturunan Inggris-Pakistan, Mishal Husain, pada Oktober 2013, seperti ditirukan Popham dan dilansir AFP, Sabtu (26/3/2016).

Buku ‘The Lady and The Generals — Aung San Suu Kyi and Burma’s Struggle for Freedom‘. mngungkap, pemimpin Partai Liga Nasional Demokrat (NLD) berusia 70 tahun itu menolak mengecam sentimen anti-Islam dan pembantaian umat Muslim di Myanmar.

Padahal, Mishal Husain, presenter Muslim pertama program BBC Today, berulang kali meminta pendapat Suu Kyi terkait masalah tersebut.

“Saya kira banyak juga umat Buddha yang meninggalkan Myanmar dengan berbagai alasan. Ini adalah hasil dari penderitaan kami di bawah rezim diktator,” kata Suu Kyi menanggapi pertanyaan Mishal Husain.

Insiden yang ditulis dalam buku ini, meski terjadi pada 2013, menambah panjang pertanyaan dunia internasional soal sikap Suu Kyi terhadap kaum minoritas Muslim di Myanmar.

Partai NLD yang dipimpinnya memenangkan pemilu pada November 2015 tanpa satu pun kandidatnya yang beragama Islam. Dan, dipastikan tak ada menteri beragama Islam dalam pemerintahan Myanmar yang baru.

Selama ini Suu Kyi banyak dikecam karena tidak mengeluarkan pernyataan apapun terkait penganiayaan etnis minoritas Muslim Rohingya.

Hingga kini sebanyak 140.000 orang masih hidup dalam kesengsaraan di kamp-kamp pengungsi di berbagai lokasi di Myanmar selama tiga tahun terakhir.

“Saya pikir insiden itu layak dimasukkan ke dalam buku itu karena menunjukkan ambiguitas posisi Suu Kyi dalam masalah ini,” ujar Peter.

“Banyak yang mengagumi kisah dan keberaniannya, namun kini semua orang tahu bahwa dia bukannya tanpa cela, tanpa prasangka dan batasan,” tambah Peter.

Namun, Peter yakin, Suu Kyi tidak memiliki prasangka buruk terhadap umat Muslim. Sebagai bukti, kekasih pertama Suu Kyi dalah pria Muslim Pakistan dan orang yang membujuknya terjun ke dunia politik pada 1988 adalah seorang intelektual Muslim Myanmar ternama.

Di negeri yang sebagian besar warganya bisa dikatakan anti-Muslim, Peter yakin bungkamnya Suu Kyi adalah lebih untuk mengamankan partai politiknya yang akan resmi memerintah Myanmar pekan depan.

Namun, bagi umat Muslim Myanmar, kisahnya jauh lebih rumit. Sebagian besar dari mereka mendukung Suu Kyi, namun muncul kekhawatiran Suu Kyi tidak banyak menaruh simpati pada masalah ini.

Insiden wawancara tentang kekerasan anti-muslim itu adalah yang terbaru, dan menuai perhatian internasional tentang sikap   peraih Nobel Perdamaian yang kerap disimbolknya  tokoh demokrasi ini terhadap minoritas muslim Burma *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyiburmademokrasimuslim RohingyamyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cabuli Remaja Laki-Laki Pecandu Narkoba Pendeta Italia Dibebastugaskan
Tulisan selanjutnya Ankara: Pekan Depan Presiden ke Amerika untuk Menarik Investasi $1 Miliar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?