Hidayatullah.com –Wakil Ketua Parlemen Mesir, Sayyid Mahmud Syarif mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah serius dalam merancang ketentuan untuk membuat strategi yang jelas dalam cara menyampaikan agama demi meluruskan pemahaman-pemahaman yang salah dan mempublikasikan ideologi yang benar.
Hal itu ia sampaikan pada Konferensi Dewan Tertinggi Urusan Agama ke-26 yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf di Kota Aswan, Mesir, yang berlangsung sejak Sabtu hingga Ahad (14-15/05/2016).
“Maka sangat perlu adanya kerjasama dan kolaborasi upaya-upaya untuk itu,” ujar Sayyid Mahmud Senin (16/05/2016) dari Mesir dalam .
Sementara itu, Dr. Usamah Abd, Ketua Komite Agama Parlemen Mesir menegaskan, bahwa pembaruan penyampaian agama adalah hal yang dianjurkan dalam syariah.
“Kita wajib merenungi al-Quran dan Sunnah. Kita memang memiliki hal-hal yang konstant (bersifat tetap) namun kondisi umat membutuhkan adanya pembaharuan. Kita juga harus bersikap tegas dalam mengkritik, baik secara personal atau lembaga, apakah kita sudah menunaikan kewajiban kita?” paparnya.

Sedangkan Dr. Syauqi ‘Allam, Mufti Mesir juga menekankan, banyaknya tantangan yang dihadapi umat Islam, mengharuskan untuk bersikap intregatif.
“Karena antara orang mukmin dengan mukmin yang lain ibarat bangunan, dan agama adalah nasihat, dan kritikan yang membangun merupakan pondasi pembangunan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, konferensi tahunan yang dihadiri oleh sekitar 150 tokoh agama yang terdiri dari para Mufti, Menteri Perwakafan dan Ulama dari 35 negara Arab-Islam itu diakhiri dengan menghasilkan “Piagam Mesir” mengenai penumpasan paham radikalisme dan diskriminasi ras.
Pada kesempatan itu, Menteri Urusan Wakaf Mesir, Dr. Muhammad Mukhtar Jum’ah juga menyinggung perlunya mengkaji mekanisme yang hendak diterapkan dalam menyampaikan agama.
“Supaya kita bisa melihat sisi-sisi positifnya untuk diperkuat, atau problema untuk kemudian dicarikan solusinya. Juga demi mengetahui dan menghindari sisi negatifnya,” ungkapnya.*/Laporan Fahmi Salim dari Mesir