Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belum Ada Presiden Baru, Afghanistan Mungkin Hanya Kirim Menhan ke KTT NATO

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 September 2014 01:57 1:57 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 September 2014 07:10
Bagikan
Dari kiri ke kanan: Ashraf Ghani, Menlu AS John Kerry, Abdullah Abdullah.
Bagikan

Hidayatullah.com–Afghanistan kemungkinan terpaksa hanya mengirimkan menteri pertahanannya ke pertemuan penting NATO yang akan memutuskan bantuan militer Amerika Serikat dan sekutunya di masa mendatang, disebabkan belum tuntasnya masalah sengketa pemilu presiden.

Pemilu presiden untuk mencari pengganti Hamid Karzai sebagai pemimpin negara Afghanistan belum sepenuhnya tuntas, sebab dua kandidatnya masih terus saling menuding soal kecurangan di saat pemungutan suara, sehingga hasil perhitungan suaranya hingga kini belum disepakati. Sementara itu Hamid Karzai yang akan segera turun dari kursi presiden menolak untuk menghadiri KTT NATO tersebut.

Misi tempur NATO yang memerangi kelompok Taliban akan berakhir tahun ini, dan KTT di Inggris yang akan dimulai hari Kamis besok (4/9/2014) akan membahas misi selanjutnya setelah sebagian besar tentara asing ditarik dari Afghanistan.

Apabila presiden baru Afghanistan masih belum diputuskan, Menteri Pertahanan Bismillah Muhammad akan menghadiri KTT NATO bersama Presiden AS Barack Obama, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Kami sedang mempersiapkan untuk mengirim menteri pertahanan ke pertemuan tingkat tinggi NATO guna mewakili pemerintah Afghanistan,” kata Aimal Faizi jurubicara Hamid Karzai dikutip AFP (1/9/2014).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jika presiden terpilih diumumkan menjelang KTT dan kami tidak punya waktu untuk pelantikannya, makan presiden terpilih akan diberikan surat otorisasi oleh presiden saat ini untuk menghadirinya.”

KTT NATO itu akan memutuskan soal bantuan militer untuk tentara dan polisi Afghanistan, yang akan menghadapi Taliban pasca penarikan sebagian besar tentara asing.

Negara-negara anggota NATO berulang kali menekankan bahwa presiden baru harus menghadiri KTT guna membuktikan bahwa negaranya menjadi negara yang berfungsi setelah menerima milyaran dolar dalam bentuk bantuan militer dan sipil dari anggota NATO.

Dua kandidat presiden, Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah, sama-sama mengklaim sebagai pemenang dalam pemilihan 14 Juni lalu, yang dipenuhi dengan dugaan kecurangan.

Batas waktu pelantikan presiden tanggal 2 September terpaksa dilanggar oleh tim audit yang disupervisi Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebab mereka belum selesai mengaudit seluruh delapan juta surat suara yang dipermasalahkan kedua calon presiden Afghanistan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Baru Mengundurkan Diri, PM Libya Al-Thinni Diminta Membentuk Pemerintahan Lagi
Tulisan selanjutnya Front Al-Nusra Tunjukkan Foto Pasukan Keamanan PBB yang Diculiknya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?