Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jaringan Mata-Mata Iran Menarget Kota-Kota di Arab Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Mei 2016 09:38 9:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Mei 2016 08:46
Bagikan
Peta teror Iran, Indonesia termasuk sebagai target.
Bagikan

Hidayatullah.com—Delapan kota di wilayah Arab Saudi menjadi target operasi besar mata-mata Iran, sejumlah mata-mata negeri Syiah itu sekarang sedang diperkarakan di pengadilan Riyadh.

Sel mata-mata, yang juga terdiri dari 30 warganegara Saudi itu, dijalanan oleh Kedutaan Iran di Riyadh dan disupervisi oleh pemimpin tertinggi spiritual Iran Ali Khamenei, serta Garda Revolusi Iran.

Anggota-anggota dari sel mata-mata itu dikabarkan dikabarkan mengirim 64 pesan berisi informasi berkaitan dengan militer, keamanan dan informasi sipil dari tujuh lokasi berbeda di Arab Saudi ke Iran. Kedutaan Iran diduga merekrut semua anggota sel mata-mata itu, lapor Arab News Senin (16/5/2016).

Iran menarget Arab Saudi dan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) melalui aktivitas mata-mata dan eksploitasi haji/umrah, serta mengumpulkan beragam informasi, kata sumber keamanan.

Saat menggelar pertemuan dengan Dewan Syura belum lama ini, Brigjen Bassam bin Zaki Attiyah mengatakan bahwa aktivitas pariwisata Iran ke Saudi juga dipergunakan sebagai alat operasi telik sandi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menarget Saudi adalah tujuan sakral yang sangat ingin dicapai Iran guna mengganggu stabilitas kawasan dan mengubahnya menjadi daerah konflik, kata Attiyah.

Lebih lanjut Attiyah mengatakan bahwa Iran melancarkan berbagai bentuk terorisme termasuk melalui jalur diplomatik, mengacaukan pelaksanaan haji/umrah, menyulut pemberontakan di sejumlah daerah (seperti yang banyak terjadi di daerah-daerah berpenduduk Syiah di sebelah timur Saudi, red), penyelundupan bahan peledak ke Saudi, serta melatih elemen Daesh alias ISIS untuk melancarkan aksinya di dalam wilayah Saudi.

Menurut Attiyah, kaitan Iran dengan berbagai tindak terorisme di dunia dimulai sejak Revolusi 1979.

Menyusul digulingkannya kekuasaan Shah Persia tahun itu, negeri yang kemudian dikuasai oleh para pemimpin spiritual Syiah mulai menyebarkan ide revolusinya dengan membentuk negara Iran yang menghasilkan Hizbullah.

Strategi revolusi Iran didasarkan pada pendirian cabang-cabang Hizbullah di seantero dunia.

Kelompok Hizbullah yang paling terkemuka saat ini adalah pimpinan tokoh Syiah Hassan Nasrallah di Libanon, yang mendulang simpati besar dari kalangan Syiah dan Muslim (Sunni) ketika berani mengahadapi pasukan Zionis dan sekutunya Tentara Libanon Selatan (SLA) di selatan Libanon yang mayoritas dihuni warga Syiah di era 1980-an.

Baca juga: Liga Arab Resmi Nyatakan Hizbullah sebagai Kelompok Teroris

Resolusi Istanbul Himbau Fokus Palestina, Kutuk Intervensi Iran dan Hizbullah di Kawasan

Strategi Iran itu terdiri dari jangka pendek dan panjang. Jangka pendek Iran menarget Saudi, Iraq serta kawasan Hilal Subur (daerah berbentuk sabit dari kawasan Mesopotamia hingga ke Suriah, Palestina dan Mesir, yang juga disebut oleh ilmuwan Barat sebagai tempat lahirnya peradaban manusia) di bagian barat, serta Pakistan dan Afghanistan di bagian timur. Dalam jangka panjang, strategi Iran itu menjangkau kawasan Asia Tengah, Afrika Tengah dan Selatan.

Kejatuhan Iraq dan Taliban di Afghanistan merupakan keuntungan besar bagi gerakan revolusi Iran tersebut, kata Attiyah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Ulama Sepakat Bangun Strategi Luruskan Stigma Terorisme
Tulisan selanjutnya KontraS: Putusan Sidang Kode Etik Anggota Densus Tidak Memenuhi Rasa Keadilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?