Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gabung Koalisi Netanyahu, Liberman Akan Jadi Menteri Pertahanan Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Mei 2016 06:10 6:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Mei 2016 06:10
Bagikan
Avigdor Lieberman dan Benjamin Netanyahu.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Avigdor Lieberman telah menandatangani kesepakatan koalisi sehingga membuka jalan politisi ultranasionalis itu menjabat sebagai menteri pertahanan.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan hari Rabu (25/5/2016) itu, Netanyahu akan memiliki dukungan dari 66 anggota parlemen, termasuk asal Yisrael Beitenu partai yang dipimpin Lieberman.

Kesepakatan itu juga memperluas mayoritas satu kursi Netanyahu dalam lembaga legislatif beranggotakan 120 politisi itu. Mayoritas dukungan itu yang ingin dicapai Netanyahu sejak tahun lalu terpilih sebagai perdana menteri untuk periode keempat.

Pemerintahan Zionis saat ini, yang terdiri dari politisi partai ultranasionalis dan ultrarelijius disebut-sebut sebagai pemerintahan paling sayap kanan sepanjang sejarah Israel.

“Menurut saya prioritas nomor satu Netanyahu adalah bertahan di pemerintahan, itu yang memotivasinya. Dia memiliki pemerintahan yang tidak stabil. Dia perlu mendatangkan dukungan dari partai lain,” kata Mitchell Barak, analis politik Israel, kepada Aljazeera.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama lebih dari tiga dekade, ada kalanya Lieberman menjadi sekutu paling dekat Netanyahu dan ada kalanya sangat berseberangan.

Partai pimpinan Lieberman, yang sebelumnya pernah menjabat menteri luar negeri, memiliki kebijakan kanan jauh dalam banyak hal, khususnya penentangannya terhadap perundingan damai Palestina-Israel. Dia juga sangat mendukung perluasan pemukiman Yahudi di tanah-tanah milik warga Palestina.

Sebagai menteri pertahanan, Lieberman akan bertanggung jawab dalam urusan militer dan badan-badan intelijen Israel. Dia juga akan mengawasi pendudukan Israel di wilayah Palestina berikut 4 juta rakyat Palestina yang mendiami wilayah penjajahan Zionis.

Termasuk dalam kesepakatan politik Netanyahu-Lieberman itu adalah persetujuan pemerintah untuk mengalokasikan dana sekitar 1,4 miliar shekel ($363 juta) untuk pensiun para manula di Israel, termasuk imigran yang datang dari bekas Uni Soviet, komunitas Yahudi pemberi dukungan besar kepada Lieberman.

Kesepakatan itu mengorbankan Moshe Yaalon, yang pekan lalu memilih mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan dengan alasan tidak lagi mempercayai Netanyahu.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Konfirmasi Kematian Akhtar Mansour, Umumkan Pemimpin Baru
Tulisan selanjutnya Pemberian Gelar Pahlawan Nasional dalam Perspektif Hukum Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang

Berita
22 September 2026 15:30
Hujan Deras Merendam Bangkok
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?