Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Islam Tunisia Menang, Politisi Sekuler Was-was

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2011 16:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Partai Islam Tunisia An-Nahda, yang pernah dilarang di era Presiden Zainal Abidin Ben Ali  dikabarkan mendapat kemenangan besar.

Partai yang mewakili umat Islam di Tunisia itu mendapat kemenangan besar setelah mendapat 8 kursi dari 9 kursi yang tersedia di Asosiasi Pengacara Muda Tunisia.

Sumber resmi yang tak disebutkan namanya mengatakan, kemenangan besar kelompok Islam dalam pemilihan ini kemungkinan meningkatkan ketakutan banyak politisi setelah revolusi bersejarah yang menurunkan presiden Ben Ali. Sumber tersebut menambahkan kelompok Islam mungkin  akan bertambah pengaruh dan akan  mendominasi kehidupan politik dan mengisi kekosongan melalui runtuhnya kediktatoran dan pasca pembubaran partai berkuasa, Constitutional Democratic Rally party (RCD).

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Tunisia telah memerintahkan dihentikannya semua kegiatan bekas partai yang dipimpinan presiden Ben Ali yang tersingkir itu.

Menurut sebuah artikel yang dicetak di surat kabar dan diluncurkan atas nama Gerakan Renaissans Islam agenda yang diduga berencana telah disiapkan oleh tiga organisasi, bermaksud bertemu perwakilan asing untuk mendanai kampanye melawan kelompok Islam dalam Pemilu Majelis Konstituante Nasional yang dijadwalkan jatuh tanggal 24 Juli.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Disebutkan dalam artikel itu, jika tiga organisasi tersebut, mencoba untuk mempromosikan opini publik untuk menolak keberadaan kelompok Islam di Konstituante Nasional.

Sebagaimana diketahui, An-Nahda punya peran penting menggoncang kekuasaan dan melengserkan kekuasaan Habib Bourguiba.

Pemerintah Bourguiba pada tahun 1986 menjadikan Syeikh Rashid al-Ghannushi, tokoh An Nahda sebagai tahanan rumah. Sementara sejumlah tokoh asli gerakan itu ditangkap dan diserahkan kepada pengadilan. Konflik di antara pasukan pemerintah dan pendukung gerakan an-Nahda tidak dapat dihindarkan dan semakin meningkat.

Akhirnya pada Maret 1987 pasukan keamanan pemerintah menangkap Syeikh Rashid al-Ghannushi, para pemimpin dan anggota gerakan an-Nahda.

Pasca jatuhnya Ben Ali, Syeikh Rasyid al-Ghannushi balik kampung dan kembali berkiprah kembali ke dunia politik.

An-Nahda (An-Nahda al-Islamiyah), dulunya bernama al-Jamaa al-Islamiyah, kegiatannya hanya bertahan sebentar. Pada awalnya gerakan ini berorientasi pada kegiatan pemikiran secara sembunyi-sembunyi di dalam masjid-masjid, hingga  namanya berubah menjadi “Harakah al-ittijah al-Islami” (Gerakan Haluan Islam). Kini, partai Islam ini banyak membuat partai sekuler khawatir. Termauk di antaranya Parti communiste des travailleurs tunisiens (Partai Buruh Komunis Tunisia), partai oposisi berorientasi pemikiran Marxisme-Leninisme, dipimpin oleh  Hamma Hammami yang sangat keras melawan An-Nahda.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengakuan untuk Pernikahan Muslim di Afsel
Tulisan selanjutnya Aset 3 Pejabat Palestina Disita Terkait Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?