Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Pengungsi Ditemukan Mati Kehausan di Gurun Sahara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juni 2016 17:19 5:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juni 2016 17:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penyelundup manusia di Niger meninggalkan begitu saja 34 pengungsi –termasuk 20 anak-anak– di Gurun Sahara di mana mereka mati kehausan.

Pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Niger hari Rabu (15/6/2016) mengatakan bahwa orang-orang itu berusaha menyeberangi gurun menuju negara tetangga Aljazair antara tanggal 6 Juni dan 12 Juni, lansir Aljazeera.

“Tiga puluh empat orang, termasuk 5 pria, 9 wanita dan 20 anak-anak, meninggal saat berusaha menyeberangi gurun,” kata pernyataan itu.

“[Mereka] ditinggal begitu saja oleh para penyelundup manusia.”

Menurut kementerian, sejauh ini hanya dua mayat yang berhasil diidentifikasi, yaitu seorang pria dan seorang wanita berusia 26 tahun, keduanya asal Niger.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Belum diketahui apa kewarganegaraan korban lainnya.

Suhu udara di daerah itu dapat mencapai 42 derajat Celcius, dengan badai gurun berkekuatan besar yang bertiup mencabik-cabik gurun.

Oleh karena kondisi alam yang sangat ekstrim, hanya sebagian kecil jasad dari orang-orang yang berusaha menyeberangi gurun itu berhasil ditemukan.

Beberapa tahun terakhir, ribuan migran dan pengungsi tiba di Aljazair, kebanyakan berasal dari negara tetangga Mali dan Niger.

“Mereka kemungkinan mati kehausan, seperti yang sering terjadi. Mereka ditemukan di dekat Assamaka,” kata sumber keamanan kepada AFP, menunjuk sebuah pos perbatasan antara Niger dan Aljazair.

Ketika Muammar Qadhafi masih berkuasa di Libya, yang kala itu termasuk paling makmur di Afrika, biasa menjadi negara penampung mayoritas pengungsi dari sub-Sahara Afrika. Namun, setelah Qadhafi dibunuh dan Libya kacau-balau, Aljazair menjadi negara tujuan para pengungsi di kawasan itu.

Tidak sedikit pengungsi dan migran yang sudah mencapai Aljazair kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Eropa.

International Organisation for Migration (IOM) memperkirakan tahun lalu 120.000 orang menyeberang melalui Agadez di Niger, dan tahun lalu 37 pengungsi meninggal di gurun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dijanjikan Kemendagri Jumat Ini, Tagar #Publikasikan3143Perda Jadi “Trending Topic” Indonesia
Tulisan selanjutnya Di Qatar, Makan dan Minum di Tempat Umum di Bulan Ramadhan Dipenjara 3 Bulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?