Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Ganti Pasukan Pengawal Presiden

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2016 11:44 11:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2016 12:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Hari Sabtu, BBC melaporkan, Erdogan akan mengganti pasukan pengawal elit untuk Presiden. Hal ini dilakukan setelah hampir 300 anggota dalam tim tersebut ditahan karena diduga terlibat dalam upaya kudeta gagal di negara tersebut pekan lalu.

Perdana Menteri (PM) Turki, Binali Yildirim sebelumnya, mengumumkan pasukan pengawal presiden akan segera diganti setelah beberapa anggotanya diduga ikut terlibat dalam aksi kudeta.

“Tidak akan ada lagi pengawal presiden, tidak ada tujuan, tidak perlu,” ujar Yildirim dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal, hari Ahad (24/07/2016).

Pasca-kudeta, setidaknya ada 300 orang pasukan pengaman Presiden Erdogan telah ditahan dan Turki kembali mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada anggota pengawal presiden lainnya. Selain itu,  pangkalan militer Turki akan dipindahkan dari pusat kota dan pasukan militer Turki akan terhubung langsung ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Seperti diketahui, Turki memiliki Resimen Pengaman Presiden yang dikenal dengan nama  Cumhurbaskanligi Muhafiz Alayi. Pasukan ini dibentuk 18 Juli 1920, usianya mencapai 96 tahun. Tugas pertama yang mereka lakukan adalah menjaga dan mengamankan Presiden Turki Pertama, Mustafa Kemal Ataturk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pesan Pelaku Kudeta

Sebelumnya, channel TV Aljazeera Qatar telah mendapatkan kopian dari pesan-pesan yang dikirim antar pelaku-pelaku kudeta yang gagal, yang terjadi pada Jumat larut malam.

Pesan-pesan tersebut mengandung perintah mengenai pengambil alihan kekuatan dan pendeklarasian status darurat.

Pesan tersebut mengungkapkan bahwa tiga helikopter mengarah ke hotel di mana Presiden Recep Tayyip Erdogan sedang berada dengan tujuan untuk menangkap atau membunuhnya.

Aljazeera dikutip middleeastmonitor.com menerima sebuah kopian dari serangkaian pesan yang dikirim antar pemimpin kudeta melalui WhatsApp. Mereka dilaporkan membuat sebuah grup di aplikasi tersebut untuk mengirim dan menerima pesan yang termasuk di dalamnya perintah dan tanggapan.

Pesan-pesan tersebut mengungkapkan bahwa tindakan tersebut direncanakan pada jam 3 pagi waktu Turki, namun hal itu tidak tepat seperti yang dijadwalkan dan tentara yang ikut serta dalam upaya kudeta mulai mengambil alih bangunan utama pemerintah, jembatan dan bandara pada jam 9.30 malam.

Dalam pesan-pesan yang bocor itu juga termasuk bukti dari keinginan beberapa petugas polisi untuk bergabung dalam kudeta. Mereka menkonfirmasi bahwa otoritas mengetahui komplotan tersebut pada jam 10 malam, mendesak pemimpin kudeta untuk mengirim perintah pada tentara agar menembak jika ada pasukan keamanan yang melawan mereka.

Kepala biro Aljazeera di Istanbul, Abdul Azim Mohamed, mengonfirmasi bahwa tiga helikopter yang membawa 40 tentara dari Pasukan Elit militer tiba di hotel di kota Marmaris tempat Erdogan sedang berada untuk menangkap atau membunuh sang presiden. Erdogan telah meninggalkan tempat tersebut dengan helikopter pribadi satu setengah jam sebelumnya. Pengawal presiden menghadapi tentara elit tersebut, sejumlah tentara yang lari melintasi pegunungan setelah salah satu helikopter jatuh.

Jurnalis Aljazeera mengatakan bahwa komandan dari kepolisian di Bursa, Kolonel Muharrem Kose, ditangkap tiga jam setelah percobaan kudeta.

Dia memiliki sebuah catatan lebih dari 80 tokoh yang diharapkan menjalankan negara setelah status darurat dideklarasikan. Catatan itu termasuk nama-nama pejabat militer, menteri-menteri, jaksa dan gubernur.

Pesan-pesan itu mengonfirmasi bahwa mantan komandan angkatan udara Jenderal Akin Ozturk berada dibalik usaha kudeta tersebut.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Keadaan DaruratKudeta TurkiPerdana Menteri Turki Binali YildirimRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nunukan Canangkan Gerakan Jumat Berdzikir
Tulisan selanjutnya Dewan Da’wah Sumbar Gelar Musyawarah Wilayah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?