Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Prancis Mengakui Sistem Hukumnya Gagal Terkait Kasus Serangan di Gereja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Juli 2016 06:35 6:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Juli 2016 06:34
Bagikan
Polisi anti huru-hara berjaga-jaga di Masjid Agung Paris, Prancis.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kinerja pemerintahan Presiden Francois Hollande dalam bidang keamanan mendapatkan sorotan tajam, setelah terjadi pembunuhan di gereja oleh pelaku yang ternyata sedang dalam pemantauan aparat hukum.

Seorang dari pelaku, Adel Kermiche, seharusnya berada dalam pengawasan ketat setelah diproses hukum karena berusaha ke Suriah untuk berperang dua kali.

Perdana Menteri Manuel Valls mengakui sistem hukum di Prancis gagal.

“Penahanan rumah Adel Kermiche dengan pemantau elektronik awalnya diperintahkan oleh seorang hakim di pengadilan rendah yang khusus menangani kasus-kasus jihadisme dan dikukuhkan oleh tiga hakim banding berpengalaman. Kita harus mengakui kegagalan ini,” kata Valls kepada koran Le Monde seperti dilansir Euronews Jumat (29/7/2016).

Meskipun demikian, Valls juga menolak ide mantan presiden Nicolas Sarkozy yang mengusulkan agar diberlakukan tindakan yang lebih keras guna melacak dan mehanan orang-orang yang diketahui sebagai simpatisan Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita harus melakukan apapun yang dapat mewujudkan keamanan lebih baik, tapi ada garis yang tidak bisa terobos, yaitu supremasi hukum. Menahan orang hanya berdasarkan kecurigaan belaka secara moral dan legal tidak dapat diterima dan tidak akan efektif. Pemerintahan saya tidak akan menjadi pemerintahan yang mencipatakan penjara-penjara Guantanamo gaya Prancis,” tegas Valls.

Menurut perdana menteri itu, pemerintah memiliki strategi untuk mengalahkan “totalitarianisme islamis”, yaitu antara lain dengan revolusi di bidang budaya keamanan.

Laporan parlementaria yang dirilis awal bulan Juli menyeru dilakukannya perombakan besar dalam tubuh dinas intelijen Prancis dengan koordinasi dan pembagian informasi yang lebih baik.

“Perang ini … akan berlangsung lama dan kita akan menjadi target serangan-serangan lain,” kata Valls.

Pemerintah Prancis semakin dibuat bingung sebab pelaku kedua dalam serangan di gereja yang menewaskan seorang pendeta itu, remaja berusia 19 tahun bernama Abdel Malik Nabir Petitjean, yang tidak memiliki catatan kriminal, dilahirkan di Prancis dan fasih berbahasa Prancis, tetapi dalam sebuah video justru berbicara soal “menghancurkan negaramu.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Azhar Menolak Penyeragaman Khutbah Jumat
Tulisan selanjutnya Hanya Karena Berutang 2.950 Rupiah, Suami-Istri Kasta Terendah di India Dibunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?