Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Janji Tembak Mati Pengedar Narkoba, Presiden Filipina Ungkap Pejabat Pemerintah, Militer, Hakim yang Terlibat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2016 10:35 10:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2016 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut nama-nama sejumlah pejabat pemerintah, termasuk hakim, anggota Kongres dan pejabat militer yang dituduhnya terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba, hanya beberapa jam setelah berjanji akan menembak mati para pengedar narkoba.

Dalam pidato yang disiarkan lewat televisi ke seluruh penjuru negeri, hari Ahad pagi (7/8/2016), Duterte mengatakan para pejabat yang disebutnya terlibat narkoba akan menjalani persidangan di pengadilan. Dia membenarkan pengumuman yang disampaikannya itu, dengan mengatakan bahwa dirinya telah mengucapkan sumpah jabatan dengan janji akan memberitahukan kepada publik soal kondisi “narko-politik” di negara itu.

Dilansir Aljazeera, situs berita Rappler melaporkan bahwa dari total 158 nama pejabat yang disebut Duterte, kebanyakan adalah pejabat politik dan militer, serta 3 anggota Kongres dan 7 hakim.

Pengumuman itu disampaikan Duterte di Davao, di mana dia pernah menjabat sebagai gubernur sebelum melenggang ke Istana Malacanang.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Duterte menegaskan kembali bahwa perintah “tembak mati” yang pernah diutarakannya berlaku sampai akhir masa jabatannya jika “saya masih hidup saat itu.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tidak peduli dengan hak asasi manusia, percaya sama saya,” kata Duterte, menurut transkrip resmi pidatonya yang dirilis istana kepresidenan.

Sejak Duterte menang telak pemilu Mei lalu, sekitar 800 orang telah ditembak mati, menurut laporan media lokal.

Dalam pidatonya, Duterte menegaskan bahwa para pejabat pemerintah yang menyalahgunakan kedudukannya, untuk terlibat dalam perdagangan narkoba yang merusak kehidupan rakyat Filipina, adalah orang-orang yang masuk dalam daftar teratas sebagai target.

Duterte juga menjamin kekebalan hukum bagi tentara dan polisi yang melaksanakan perintah tembak mati itu saat melakukan tugasnya.

Duterte tidak peduli dengan kecaman atas perintah tembak matinya yang datang dari berbagai kelompok pemerhati HAM, termasuk dari lembaga keuskupan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Presiden Filipina itu menegaskan bahwa dia sedang menghadapi perang [melawan narkoba].

Pihak Kepolisian Filipina mengatakan lebih dari 500.000 orang telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di berbagai daerah dan berjanji tidak akan menggunakan narkoba ilegal lagi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang Turki yang Mencari Suaka ke Jerman Semakin Banyak
Tulisan selanjutnya PM India Kritik Kelompok Warga Pelindung Sapi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?