Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahun 2016 Sedikitnya 3.800 Orang Mati Sia-Sia di Laut Mediterania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2016 07:30 7:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Oktober 2016 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sedikitnya 3.800 kehilangan nyawa di Laut Mediterania tahun ini saat berusaha mencapai Eropa, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menjadikan tahun 2016 sebagai tahun mematikan bagi para migran yang menyeberangi jalur berbahaya itu untuk menuju negara harapan hidup barunya.

Lembaga PBB untuk urusan pengungsi mengumumkan kabar menyedihkan itu hari Rabu (26/10/2016), ketika muncul lagi kabar kematian para migran di laut lepas pantai Libya.

“Kami menerima laporan kematian lagi di Med(iterania),” kata juru bicara UNHCR William Spindler lewat Twitter seperti dilansir Deutsche Welle. “Kami bisa mengkonfirmasi sekarang bahwa sedikitnya 3.800 orang telah meninggal, menjadikan 2016 sebagai tahun paling memaitkan.”

Sebelumnya pekan ini UNHCR sudah memperingatkan bahwa tahun ini angka kematian di Laut Tengah sepertinya akan melampaui rekor tahun 2015 yang mencapai 3.771 orang. Lembaga PBB berbasis di Jenewa itu mengatakan setiap pekan ada migran yang kehilangan nyawa karena perahu yang ditumpanginya tenggelam di Laut Tengah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam kejadian terakhir belum lama ini, kelompok Dokter Tanpa Batas — lebih dikenal dengan akronim MSF dalam bahasa Prancis– mengatakan salah satu perahu miliknya berhasil menciduk 25 mayat dan menyelamatkan 107 migran penumpang perahu karet yang tenggelam sekitar 48 kilometer dari garis pantai Libya.

Para korban tewas ditemukan dalam kondisi dikelilingi tumpahan bahan bakar bercampur air laut pada Selasa malam kemarin. Mereka sepertinya kehilangan nyawa karena kehabisan napas, tubuhnya terbakar atau tenggelam. Sebanyak 137 migran lainnya diselamatkan dari sebuah perahu karet tidak jauh dari perahu pertama.

Konflik berdarah, kemiskinan dan kelaparan di negara-negara Afrika dan Timur Tengah mendorong ribuan orang menempuh perjalanan laut menantang maut untuk mencapai daratan Eropa.

Kesepakatan antara Turki dengan Uni Eropa untuk meredam arus pengungsi lewat rute timur Mediterania dan pulau-pulau Yunani mulai berlaku Maret lalu. Berdasarkan kesepakatan itu, Uni Eropa memberikan uang jutaan dolar kepada Turki dengan syarat pemerintah Ankara menerima pengungsi yang berhasil mencapai Yunani untuk dikembalikan dan ditampung di Turki. Akibatnya, para migran lalu mengambil jalur alternatif lewat Libya menyeberangi Laut Mediterania ke Italia. Jalur alternatif ini lebih berbahaya dibanding jalur lewat Turki ke negara tetangganya Yunani, sehingga jumlah migran dan pengungsi yang mati sia-sia di Laut Mediterania bertambah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Pilkada Serentak 2017, Suasana Kondusif Harus Terus Dijaga
Tulisan selanjutnya Pemerintah Jatim Luncurkan Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?