Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Bersenjata, Pemburu Para Pemerkosa dan Penjahat Desa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 November 2016 04:37 4:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 November 2016 13:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang wanita di Shahjahanpur  dijuluki ‘pahlawan’ ketika bertindak sendirian memburu pemerkosa dan pencabul dengan cara melakukan ronda di daerah di kampungnya dengan membawa senjata setelah polisi gagal membendung kejadian kriminal di daerah tersebut.

Shahana Begum (42), yang juga ibu dari empat orang anak itu juga mengklaim berhasil mengurangi serangan dan gangguan seksual di daerah kampungnya sejak 2013.

Begum yang digelari Bandookwali Chachi (Bibi Bersenjata) mulai bertindak sendirian setelah menangkap tiga pria yang memperkosa seorang remaja perempuan.

Ketiga pria itu diserahkan ke polisi dan memaksa mereka ‘menerima hukuman’ yang berakhir dengan salah seorang pemerkosa menikahi korban.

Shahana sering mengunjungi kantor polisi untuk berhadapan dengan pemerintah yang mengabaikan aduannya malah dia juga tidak gentar untuk mengacungkan pistol ke wajah penjahat atau keluarga penjahat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada saatnya ketika para gadis datang kepada saya karena polisi gagal membantu mereka,” tambah dia.

“Lalu mereka meminta bantuan saya untuk menyelesaikan masalah itu,” kenang Begum.

Menurut laporan Mail Online, wanita yang ditinggal suaminya 17 tahun lalu awalnya merasa khawatir dengan keselamatan anak perempuannya dan memutuskan untuk menjadi pemburu untuk melindungi wanita di daerah bersangkutan.

“Senjata adalah suami kedua yang saya butuhkan sepanjang waktu dan hasilnya sekarang tidak ada seorang pria yang berani mengganggu wanita di daerah saya,” katanya.

Shahana mengatakan, penjahat tahu yang dia tidak akan ragu untuk menembak mereka karena sikap tegasnya melindungi para wanita desa sebagaimana seorang ibu melindungi anak-anaknya.

“Sejak saya mulai bertindak, tidak ada lagi terdengar kasus-kasus terkait dilaporkan ke polisi malah korban akan terus datang kepada saya jika polisi gagal membantu karena mereka tahu saya bisa menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Wanita itu membeli senjata pertamanya pada 1999 dengan harga 15.000 rupee  di sebuah toko menjual senjata di sini dan mulai belajar menembak di daerah padang kosong di belakang rumahnya.

Begum memang sudah terbiasa menggunakan senjata api, karena ayah dan kakak laki-lakinya kerap menggunakan senjata api. Dia kemudian mendapatkan lisensi untuk memiliki senjata api pribadi.

Setelah mendapatkan lisensi, pada 1999 Begum membeli senapan pertamanya di sebuah toko senjata di Shahjahanpur dengan menggunakan uang tabungannya.

Dia kemudian berlatih menembak di lapangan kosong di belakang kediamannya. Akibat latihan rutin itu, Begum kini sangat handal menggunakan senjata api.

Kebiasaan Begum yang menggunakan pendekatan langsung dan perilakunya yang tak suka basa basi membuatnya sangat disegani.

Dia bahkan berani menghadapi sosok pria bertubuh besar atau anggota masyarakat yang berpengaruh dalam usahanya melindungi para perempuan.

Selain itu, Begum secara rutin berkeliling desa setiap pekan untuk berbicara dengan warga dan membantu menyelesaikan berbagai jenis perselisihan sehari-hari.

Aksi Begum ini berdampak sangat besar, kini para perempuan desa merasa sangat terlindungi.

“Kini tak ada pria yang berani sembarangan kepada kami,” kata Sehra Banu (20), seorang penduduk desa.

“Saya mendengar seorang gadis dilecehkan dan diperkosa di daerah lain, tetapi bukan di sini, mereka takut kepada bibi bersenapan,” tambah Banu.

“Dia adalah penolong kami. Kini kami bisa pergi ke sekolah atau bekerja dengan aman. Saya tak akan meninggalkan desa ini karena tak ada orang seperti dia di luar sana,” tambah Banu.

Negara bagian Uttar Pradesh adalah salah satu daerah terpadat di India sekaligus daerah dengan paling banyak kasus perkosaan yang dilaporkan.

Biro Catatan Kejahatan Uttar Pradesh mencatat jumlah kasus perkosaan dari 2014-2015 meningkat 160 persen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indiamelindungi wanitapemerkosasenapansenjataShahana BegumShahjahanpurUttar Pradesh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Muhammadiyah Minta Tokoh Publik Menjaga Lisannya dengan Baik
Tulisan selanjutnya Alasan Bising, Zionis-Israel Larang Kumandang Adzan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?