Hidayatullah.com—Seorang pria Amerika Serikat yang tidak mempercayai adanya Tuhan mengajukan gugatan atas aparat di negara bagian Kentucky, setelah dirinya ditolak untuk memiliki nomor plat mobil bertuliskan IM GOD.
Bernie Hart berdalih tujuan dari plat nomor itu adalah untuk menunjukkan ketidakmungkinan menolak klaim orang-orang yang mengaku-aku dirinya sebagai Tuhan.
Namun, pimpinan dinas transportasi setempat berpendapat bahwa plat nomor itu kemungkinan akan mengusik konsentrasi pengemudi lain dan bukanlah selera yang bagus.
Para pegiat kebebasan sipil mendukung Hart dalam mengajukan gugatannya.
Lelaki ateis itu mengatakan bahwa plat nomor yang sama pernah dimilikinya saat tinggal di Ohio selama 12 tahun dan tidak menimbulkan masalah apapun.
“Saya hanya inginkan kesempatan yang sama dalam memilih pesan personal untuk plat nomor saya seperti halnya pengemudi lain,” kata Hart, yang bermukim di Kenton County, bagian utara Kentucky, seperti dikutip BBC Selasa (22/11/2016).
“Tidak ada yang saru atau vulgar soal pandangan saya bahwa keyakinan agama adalah masalah interpretasi individu,” kata Hart.
Atas nama Hart, American Civil Liberties Union of Kentucky (ACLU-KY) dan Freedom From Religion Foundation mengajukan gugatan terhadap sekretaris dinas transportasi negara bagian Kentucky, Greg Thomas, dengan dasar hak kebebasan berbicara.
William Sharp, direktur hukum ACLU-KY, mengatakan bahwa berdasarkan US First Amandement, aparat pemerintah “tidak memiliki hak untuk menyensor pesan-pesan hanya karena dia tidak menyukainya.”
Dalam kasus ini, personalisasi plat nomor adalah bentuk dari hak kebebasan berbicara yang dijamin oleh konstitusi itu, imbuh Sharp.
Otoritas transportasi negara bagian Kentucky menolak untuk memberikan komentar perihal kasus tersebut, lapor BBC.*