Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seragam Sekolah Mahal Rancangan Armani Picu Perdebatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2018 08:24 8:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Februari 2018 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah sekolah dasar negeri di daerah elit kota Tokyo, Ginza, telah memicu kemarahan kalangan orangtua bahkan wakil rakyat, dengan pengumuman bahwa harga seragam baru sekitar 80.000 yen atau $730.

Seragam sangat mahal itu merupakan rancangan desainer ternama asala Italia, Giorgio Armani.

Jika dilengkapi, seragam lengkap harus ditebus dengan harga 90.000 yen. Padahal, seragam saat ini untuk siswa putra harganya hanya sekitar $115 dan putri $180, lapor Deutsche Welle Jumat (9/2/2018).

Harga seragam yang mencekik leher itu tentu saja menimbulkan keluhan dari para orangtua dan wali murid.

“Saya khawatir hal ini menimbulkan kesan yang salah di benak anak-anak bahwa sesuatu yang mahal itu berarti bagus dan yang murah itu jelek,” kata seorang ibu kepada Huffington Post.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Orangtua lainnya menyoroti bahwa ukuran pakaian anak-anak sangat cepat berubah dan orangtua tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan masalah seragam tersebut. Kepala sekolah Toshitsugu Wada memang pernah memberitahukan perihal seragam baru kepada orangtua dan wali murid bulan November tahun lalu, tetapi ketika itu dia tidak menyebutkan harganya.

Pihak sekolah berdalih seragam baru itu merupakan upaya untuk mengkaitkan sekolah berusia 150 tahun tersebut dengan lingkungan di distrik Ginza di era kekinian, yang juga menjadi lokasi toko Armani di Ginza Tower.

Namun, para orangtua murid rupanya tidak menerima alasan itu.

“Ini seharusnya tidak ada urusannya dengan merk desainer ternama atau tradisi. Pihak sekolah seharusnya memikirkan anak-anak dan baru membuat keputusan setelah melakukan perundingan,” kata seorang wali murid yang tidak ingin identitasnya diungkap kepada lembaga penyiaran NHK.

Seorang wali murid lainnya menggerutu dengan mengatakan bahkan harga setelan jasnya jauh lebih murah dibanding seragam sekolah itu.

Masalah ini akhirnya sampai ke gedung parlemen Jepang. Menteri Keuangan Taro Aso, yang dia sendiri mengenakan setelan jas mahal buatan penjahit-penjahit Sevile Row yang ternama dan menjadi ikon kota London, mengakui bahwa seragam untuk anak sekolah dasar itu sangat mahal.

Di Jepang, Armani adalah merk barang-barang berkelas dan mahal yang kerap diasosiasikan dengan tahun-tahun kemakmuran rakyat. Sedangkan negeri sakura itu saat ini tidak lebih baik perekonomiannya dari zaman keemasan di era 1980-1990.*

[1 USD =13.625 rupiah, 1 yen = 125 rupiah]

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemeriahan Festival dan Pameran Persahabatan Bangsa-Bangsa di Khartoum
Tulisan selanjutnya Belajar dari Deliar Noer (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?