Hidayatullah.com–Menteri Urusan Agama Turki Mehmet Görmez, Kamis (31/03/2016) kemarin berkunjung ke Dewan Hubungan Amerika-Islam (The Council on American–Islamic Relations/CAIR) di Washington DC, sebagai satu-satunya organisasi sipil Islam yang paling aktif di Amerika saat ini.
Pada pidato yang dihadiri oleh para petinggi Dewan Hubungan Amerika-Islam(CAIR), Görmez menekankan pentingnya berbagai events yang dilakukan Dewan untuk menghadapi pesan-pesan kebencian terhadap Islam yang saat ini meningkat naik di Amerika Serikat, seperti yang dilansir Anadolu versi Bahasa Arab, Jumat (01/04/2016).
“Kemanusiaan saat sedang berada pada kondisi yang sangat krisis dan sedang melewati situasi yang sangat buruk. Oleh karena itu, kemanusiaan perlu belajar konsep perdamaian, keadilan, dan keyakinan, dari agama Islam”.
Görmez juga menyinggung bahwa “lidah api” sedang berkobar di berbagai belahan dunia Islam, dan parahnya lagi banyak pula yang menyangka bahwa Islam adalah penyebab kobaran api ini. Buruk sangka ini membuat banyak pihak takut kepada agama yang kita anut ini dan membuat gerakan islamofobia menjadi gemuk, dan CAIR sedang menanggung beban dan misi yang teramat berat di pundaknya.
Sementara itu, Ketua CAIR, Nihad Awad menegaskan bahwa peran Turki di dunia begitu jelas, dan Turki adalah harapan manusia dan umat, sebagai mana Turki saat ini sudah dinobatkan menjadi “ikon dan simbol keadilan” dunia.
“Saya adalah warga Palestina, dan merasa sangat berhutang budi dan berterima kasih besar dengan berbagai bantuan dan dukungan yang sudah diberikan Turki kepada warga Palestina. Apa yang saya rasakan, itu jugalah yang dirasakan oleh warga Suriah, Mesir, dan semua komponen dari umat Islam sedunia mengucapkan terima kasih dan rasa berhutang kami kepada Turki,” ujar Nihad Awad.*/ Kivlein Muhammad