Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Partai Front Nasional Prancis: Jangan Beri Anak Migran Sekolah Gratis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Desember 2016 17:43 5:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Desember 2016 17:43
Bagikan
Marine Le Pen dan Geert Wilders.
Bagikan

Hidayatullah.com—Marine Le Pen, pemimpin partai Front Nasional yang dikenal anti-imigran, menyerukan agar anak-anak para pendatang asing di Prancis tidak diberikan fasilitas pendidikan gratis.

Dalam konferensi pers di Paris dia mengatakan bahwa orang-orang asing yang datang ke Prancis jangan berharap mendapatkan sekolah gratis bagi anak-anak mereka.

“Saya tidak menentang orang-orang asing, tapi saya ingin mengatakan kepada mereka: jika kalian datang ke negara kami, jangan berharap kalian akan diramut (diurus) … dan berharap anak-anak kalian dididik secara gratis,” kata Le Pen seperti dikutip Euronews Kamis (8/12/2016). “Selesai sekarang. Habis sudah waktu bermain-main,” imbuh politisi wanita yang juga dikenal anti-Islam itu.

Setelah mengemukakan pernyataan tersebut, selang beberapa waktu dia mengklarifikasi pernyataannya itu dengan mengatakan bahwa yang dia maksud bukan semua pendatang asing, melainkan hanya orang yang datang secara ilegal di Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya menganggap bahwa pendidikan gratis dan wajib belajar bagi anak-anak dari orangtua imigran ilegal adalah sebuah pompa hisap bagi imigrasi yang harus dihentikan, dan saya berpikir tentang menyediakan waktu tunggu sebelum orang-orang asing yang datang untuk bekerja di negara kita bisa mengakses pelayanan publik dan kesejahteraan sosial tertentu,” kata Le Pen kepada para reporter saat berjalan-jalan di sebuah pasar Natal di daerah Champ Elysées.

Menanggapi pernyataan Le Pen itu, dengan nada mengecam Menteri Pendidikan Najat Vallaud-Belkacem, yang berasal dari Partai Sosialis dan keluarganya adalah migran asal Maroko, mengatakan bahwa pendidikan adalah hak absolut. Dia menuding Le Pen sama sekali mengabaikan penderitaan dan kesusahan yang dialami oleh anak-anak migran.

Kandidat presiden Prancis dari sayap kanan jauh Jean-Luc Mélenchon menyebut pernyataan Le Pen itu “provokasi yang sangat besar” dan “barbar” (biadab). Serta “memalukan,” kata bekas ketua federasi para pengusaha di Prancis Medef itu.

Le Pen beberapa tahun belakangan giat mengampanyekan pembatasan-pembatasan bagi pendatang asing di Prancis. Dalam manifesto pencalonan diri sebagai presiden tahun 2012, politisi wanita itu menyeru agar migran yang masuk ke negara Prancis dibatasi menjadi 10.000 setahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nyaris tak Ada Foto Ahok di Pulau Tidung DKI
Tulisan selanjutnya Kota Paris Kobarkan Perang Melawan Tikus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?