Hidayatullah.com–Jaket coklat membungkus separuh badannya. Celana hitam panjang yang dia kenakan juga nampak sama, sama lusuhnya. Di tengah hembusan angin musim dingin Kota Aleppo, Amir mengenggam erat kedua pegangan kursi roda di depannya.
Sebuah kursi roda yang rangkanya telah dipenuhi karat. Di atas kursi itu, terduduk lunglai seorang nenek tua. Sobah binti Zulaiha. Istri Amir.
Sesekali Amir berhenti, mengusap-usap wajah sang kekasih agar tetap hangat. Berharap dengan cara demikian wanita yang dia cintai itu dapat kuat bertahan.
Setapak demi setapak Amir menyeret kakinya. Demi mencari seorang dokter yang bisa memberi perawatan untuk Sobah. Pasalnya, bukan hanya kedinginan, Sobah terlanjur jatuh sakit karena terlalu lama menahan lapar yang melilit seisi pertunya.
Video singkat berdurasi 1 menit dan 40 detik dirilis oleh Aljazeera melalui akun Youtube Aljazeera Arabic belum lama ini, memperlihatkan sepanjang jalan yang dilalui oleh sepasang tua renta itu.
Jalan Abdurrahman Kawakib di Kota Aleppo layaknya kota tak bertuan akibat gempuran kejam Rezim Bashar al Assad dibantu sekutunya Rusia dan Iran.
Ratusan rumsun setinggi tujuh lantai berjajar di kedua belah sisi jalan. Ratusan rumah itu tidak lagi utuh wujudnya. Ada yang atapnya roboh, sebagian lagi hanya menyisakan tembok-tembok bergantuang, roboh tidak sempurna, tersangkut pada rangka besi.
Reruntuhan batu dan puing bangunan berserakan di sepanjang jalan. Deretan kios-kios pertokoan nampak tutup. Tidak ada kendaraan lalu lalang. Hanya terlihat satu dua orang berjalan dengan cepat. Sembari mendekap kedua lengan menahan sengatan musim dingin yang menusuk tulang.
Diantara reruntuhan itu Amir terus berjalan. Sekalipun dia harus mengayunkan kaki tuanya yang tidak lagi kuat diajak berjalan jauh. Apalagi di tengah musim dingin seperti hari itu. Demi menolong istrinya, dia tidak menyerah.
Namun ketetapan Allah berkata lain, Nenek Sobah menghembuskan nafas terakhir di atas kursi rodanya. Menyadari hal itu Amir tak kuasa menahan derai air matanya.
Kepada wartawan Aljazeera dia hanya dapat berucap, “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin,” katanya dengan suara tertahan dan mata memerah. Amir melanjutkan langkahnya.
Namun bukan lagi untuk mencari dokter. Melainkan menuju pemakaman. Menguburkan istri tercintanya.
Rezim Bashar sukses membuat seorang nenek tua ini mati kelaparan dan kedinginan.
Terjebak di Sebuah Bangunan, 100 Anak Aleppo Dihujani Bom Rezim Bashar
Sobah binti Zulaiha hanya satu dari sekian banyak kisah nyata di balik blokade dan serangan membabi buta itu.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa bulan terakhir ini Aleppo menjadi titik terpanas dalam konflik di Suriah.
Sayangnya, sering sekali pesawat tempur Rezim Bashar tidak menyasar pasukan oposisi, melainkan menembaki warga sipil tak bersenjata, membunhi para pengungsi, tidak terkecuali wanita, tua renta dan anak-anak yang tak berdosa. Mereka melakukan blokade total terhadap warga Aleppo. Sehingga bantuan logistik, medis dan lainnya tidak dapat memasuki kawasan.
Selama 1 jam, rezim Bashar dan sekutunya menjatuhkan lebih dari 100 bom di Kota Aleppo timur dalam pengepungan yang berlangsung beberapa hari ini.*/MR Utama