Hidayatullah.com–Pesawat-pesawat tempur koalisi gabungan Negara-Negara Arab Teluk hari Jumat (27/03/2015) kembali menyerang pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al Houthi) Yaman.
Serangan koalisi yang tergabung dalam operasi militer bertajuk “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur) itu sejak Jum’at (27/3/2015) pagi melanjutkan serangan-serangan kerasnya terhadap pangkalan-pangkalan militer kelompok pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al Houthi) di Ibu Kota Sana’a dan Sa’ada sebelah utara negara itu.
Pengeboman juga menarget pangkalan militer yang setia kepada Presiden Yaman yang digulingkan, Ali Abdullah Saleh di sebelah barat Ibu Kota Yaman. Serangan tersebar terus berlanjut terhadap daerah-daerah sebelah selatan Kota Sana’a dan sebelah barat.
Kantor berita Anadhul mengutip perkataan para saksi bahwa pesawat tempur melancarkan serangan udara pada pangkalan militer Sadrain. Mereka mendengar suara ledakan keras di wilayah tersebut juga melihat kobaran api di lokasi pangkalan militer.
Pengeboman ini juga mencakup pangkalan pasukan khusus di Sana’a dan pangkalan Sabaha sebelah barat ibu kota serta gudang senjata di Jabal Naqm sebelah timur Sana’a.
Pesawat-pesawat koalisi mengkonsentrasikan serangan-serangan udaranya kepada pangkalan-pangkalan kelompok Syiah Al Hautsi di Provinsi Sa’ada dekat perbatasan Yaman dan Saudi.
Serangan-serangan tersebut juga menargetkan pangkalan militer 131 di daerah Kataf Sa’ada, serta tempat-tempat pertahanan udara di pelabuhan Salif di sebelah barat laut kota Hadidah, sebelah barat Yaman.
Sumber Media mengatakan bahwa kelompok pemberontak Syiah Al Hautsi mengerahkan kendaraan –kendaraan militer di Kota Sa’ada, untuk menghindari pengeboman.
Menurut saksi mata, pusat pemerintah Taiz, serangan udara pada Kamis malam menargetkan pangkalan militer Thariq, di mana kelompok Syiah al Hautsi mengirim senjata dan peralatan militer serta pesawat dalam dua hari terakhir.
Dan pesawat koalisi menyerbu pangkalan militer Sadrain yang loyal kapada Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah digulingkan, di Maris, Dholi sebelah selatan Yaman.
Pasukan yang setia kepada Presiden Abdrabuh Mansur Hadi berhasil menguasai distrik 30 di Taiz setelah mengusir Syiah Hautsi darinya. Dijelaskan kelompok-kelompok suku pergi ke Aden untuk menghadapi pasukan bersenjata Hautsi dan mempertahankan kota.
Seorang juru bicara operasi militer “Badai Penghancur” Kamis malam mengatakan dalam briefing pertamanya sejak awal aksi operasi, bahwa pasukan koalisi akan terus melanjutkan serangan terhadap kelompok pemberontak Syia Hautsi sampai tercapainya tujuan operasi tersebut guna membersihkan cengkraman Al Hautsi. (Baca: Siapa Pemberontak Syiah Hautsi Yang Diperangi Koalisi Negara Arab? [1] [2] )
Juru bicara tim koalisi menjelaskan operasi mencapai tujuannya di hari pertama, tepatnya 15 menit pertama dimulainya serangan. Pesawat tempur koalisi dinilai mampu menguasai secara total target-targetnya dan berhasi mengebom Daylami di Sana’a.
Seperti diketahui, operasi militer bertajuk “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur) pimpinan Arab Saudi telah mengerahkan 100 jet tempur dan 150.000 serdadu menyerang Al Hautsi dukungan Iran di Yaman, dikutip stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (26/3/2015). Sementara UEA mengirimkan 30 jet tempur, Bahrain 15, Kuwait 15, Qatar 10 dan Jordania sebanyak 6 jet tempur.
Koalisi ini didukung Arab Saudi, Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain.
Negara-negara Teluk mengatakan bahwa kudeta Syiah Al Hautsi Yaman memunculkan ancaman besar bagi stabilitas politik di kawasan.*