Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tanaman Gulma Mengancam Lahan Jagung di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2017 10:27 10:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2017 10:24
Bagikan
Lahan jagung di Iowa, Amerika Serikat. Inzet: Palmer amaranth.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah program pemerintah Amerika Serikat yang mengubah lahan pertanian menjadi habitat alam liar justru memicu pertumbuhan gulma yang mengancam lahan tanaman jagung.

Tanaman liar itu sulit dibasmi, jika tidak diperiksa maka akan menghancurkan 91 persen lahan tanaman jagung yang terjangkit, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Gulma itu menyebar di wilayah Iowa, yang menghasilkan hampir seperlima produksi jagung AS dan pada 2016 mengekspor jagung dan kedelai bernilai lebih dari $1 miliar.

Conservation Reserve Program, yang digagas pemerintah federal, membayar para petani untuk mengubah lahan produktifnya guna konservasi alam untuk meningkatkan kualitas air, mencegah erosi tanah dan melindungi spesies-spesies langka.

Gulma bermasalah itu, Palmer amaranth, menyebar melalui benih yang dijual ke petani peserta program konservasi, menurut ilmuwan gulma terkemuka Iowa, Bob Hartzler, dan kelompok konservasi Pheasants Forever, lapor Reuters Rabu (5/4/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami sangat yakin bahwa sebagian dari campuran benih ini terkontaminasi,” kata Hartzler, profesor agronomi dari Universitas Negeri Iowa.

Dia mengatakan, salah satu penjual benih adalah Allendan Seed Company, produsen benih rumput serta tanaman bunga liar untuk lahan konservasi terbesar di Iowa.

Dalam tanggapan tertulis untuk menjawab pertanyaan dari Reuters, Allendan mengatakan kemungkinan dalam campuran benih itu terdapat benih pigweed, tanaman semak yang biasa digunakan untuk pakan ternak babi.

Palmer amaranth adalah salah satu jenis pigweed. Allendan tidak mengkonfirmasi apakah pihaknya menemukan benih itu dalam produksinya. Perusahaan itu mengatakan bahwa laboratorium-laboratorium luar yang disewanya untuk menguji kualitas benih tidak dapat membedakan Palmer amaranth dari jenis pigweed lainnya.

Banyak petani bergabung dengan program konservasi itu pada tahun-tahun belakangan ini, karena hasil pertanian mereka kurang memuaskan. Gulma itu bisa dibunuh dengan mencerabut akarnya, tetapi biaya pembersihannya merupakan masalah lain bagi para petani Amerika, produsen jagung terbesar dunia, yang sudah kekurangan uang selama bertahun-tahun.

Program konservasi itu dilaksanakan oleh Natural Resources Conservation Service (NRCS) dan Farm Service Agency (FSA) yang berada di bawah USDA. Para pejabat NRCS mengakui bahwa campuran benih yang terkontaminasi untuk lahan konservasi telah mengakibatkan penyebaran Palmer amaranth.

Namun, baik NRCS maupun FSA menolak bertanggung jawab atas terjadinya bencana itu, sebab mereka tidak menyuplai atau menguji benih yang dipakai petani untuk mengubah lahan pertanian menjadi habitat alam liar. Para pemilik lahan yang bertanggung jawab mencari benihnya sendiri.

Menurut Jimmy Bramblett, wakil kepala bidang sains dan teknologi di NRCS, tidak satupun perusahaan atau lembaga yang terlibat dalam program konservasi itu patut dipersalahkan. “Hal itu terjadi begitu saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, menurut Bramblett, NRCS mempertimbangkan untuk memberikan bantuan finansial bagi petani di Iowa guna mengontrol pertumbuhan gulma itu, dan bekerja sama dengan komunitas petani dan lembaga pemerintah lainnya untuk mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu di negara bagian Minnesota, pihak berwenang juga sedang menyelidiki apakah program konservasi alam secara tidak sengaja mengakibatkan penyebaran gulma tersebut di wilayahnya.

Palmer amaranth tiba di Iowa pertama kali pada 2013. Namun tahun lalu, gulma itu diketahui sudah merambat ke seluruh pelosok negara bagian, menyebar dari 5 ke 48 dari 99 county yang ada di Iowa, menurut data Universitas Negeri Iowa.

Palmer amaranth berasal dari wilayah barat daya Amerika Serikat. Tanaman liar ini dapat tumbuh hingga 2 inci (5cm) setiap hari dan bisa mencapai ketinggian 10 kaki Gulma ini memproduksi 500.000 biji benih seukuran biji lada (merica), yang mudah berpindah tempat dengan hembusan angin, menyangkut di peralatan atau kendaraan pertanian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Temuan Piramida Terbaru di Dahshour Berasal dari Dinasti Ke-13 Raja Kamaw
Tulisan selanjutnya Mudharat Memilih Pemimpin Kafir [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?