Hidayatullah.com—Kelompok-kelompok petani di Amerika Serikat hari Selasa (23/5/2017) menolak usulan Presiden Donald Trump untuk memotong anggaran belanja bidang pertanian, yang dipandang petani sebagai ancaman baru terhadap ekonomi pertanian yang beberapa tahun belakangan sudah mengalami kesulitan.
Dilansir Reuters, hari Senin (22/5/2017) Gedung Putih mengajukan pemangkasan $46,54 miliar anggaran pemerintah federal untuk sektor pertanian selama 10 tahun ke depan. Usulan itu termasuk pembatasan subsidi pemerintah untuk premi asuransi tanaman pertanian. Kongres AS yang memiliki kewenangan akhir soal anggaran pemerintah dan para wakil rakyat mengatakan usulan presiden itu kecil kemungkinan akan diloloskan.
Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan usulan pemangkasan itu tidak “bersalut gula”, dapat mengakibatkan dihapusnya 5.263 pekerjaan atau sekitar 5% dari jumlah pegawai di departemennya jika diimplementasikan.
Departemen Pertanian AS (USDA) mengajukan anggaran $18 miliar untuk belanja departemennya dalam tahun fiskal 2018, turun dari $24 miliar pada 2017.
Mendengar rencana pemangkasan anggaran itu para petani di daerah pusat pertanian AS, yang mendukung Trump sepenuh hati pada kampanye pilpres November 2016, sangat kecewa.
“Anggaran ini seperti mengudak para petani yang membuat presiden itu terpilih,” kata Zack Clark, direktur hubungan pemerintah di National Farmers Union.
Beberapa tahun belakangan para petani di Amerika kesusahan karena harga hasil pertanian anjlok.
Usulan pemotongan anggaran yang diajukan Trump sebagian besar terkait perubahan sistem asuransi pertanian, yang selama ini menjadi andalan petani untuk tetap bisa melanjutkan usahanya.
“Jelas sekali anggaran ini dirancang tanpa masukan dari petani, pihak yang akan sangat terdampak,” kata Ron Moore, presiden American Soybean Association, dalam pernyataannya.
Scott Irwin, pakar ekonomi pertanian dari Universitas Illinois, berpendapat lain. Menurutnya, perubahan dalam asuransi pertanian akan membuat petani menahan diri agar tidak terlalu banyak menanam sehingga kelebihan suplai. Dalam jangka panjang, jumlah produksi yang menurun akan membantu menaikkan harga hasil pertanian.
Anggaran yang dibuat pemerintah Trump menetapkan subsidi premi asuransi pertanian hanya $40.000. Pembatasan itu menyebabkan petani tidak dapat mengasuransikan seluruh lahan pertaniannya. Saat ini, tidak ada batasan.
Biasanya, petani membayar hanya sebagian dari premi asuransi dan sisanya dilunasi oleh USDA, kata Jeff Harrison, seorang pengacara yang mewakili Crop Insurance Professionals Association.
Senator Debbie Stabenow (Demokrat) anggota Komite Pertanian mengatakan akan menentang usulan pemangkasan anggaran itu, “yang dapat mengakibatkan petani, keluarga dan masyarakat pedesaan kita dalam bahaya di masa-masa sulit.”
Ketua Komite Pertanian Dewan Perwakilan K Michael Conway dan Ketua Komite Pertanian Senat Pat Roberts, keduanya dari Partai Republik, mengatakan akan “berjuang untuk memastikan petani memiliki jaring pengaman yang kuat.”*