Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Norwegia akan Larang Cadar di Sekolah TK hingga Universitas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juni 2017 06:05 6:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juni 2017 06:05
Bagikan
Wanita Muslim di Norwegia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Norwegia mengusulkan larangan penggunaan penutup wajah yang biasa dipakai wanita Muslim dan penutup wajah lainnya di sekolah-sekolah, karena hal itu dianggap menghambat komunikasi antara murid dan gurunya.

Larangan tersebut, yang pertama akan diberlakukan di sebuah negara Skandinavia, menarget niqab, burqa, balaklava, masker penutup wajah, dan akan diterapkan di sekolah mulai tingkat taman kanak-kanak hingga universitas.

Meskipun demikian, kerudung, kopyah dan topi masih boleh dipergunakan.

Kebanyakan partai politik di Norwegia mendukung rancangan undang-undang itu, yang diperkirakan akan diloloskan tahun depan, lapor BBC Senin (12/6/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pakaian-pakaian ini menghambat komunikasi yang baik, yang penting bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang baik,” kata Menteri Pendidikan dan Riset Torbjom Roe Isaksen dalam pernyataannya.

Pejabat sementera Menteri Imigrasi dan Integrasi Per Sanberg mengatakan bahwa dapat berkomunikasi dengan satu sama lain adalah sebuah “nilai mendasar.”

Otoritas lokal di wilayah Norwegia sebenarnya sudah bisa menerapkan larangan tersebut di sekolah-sekolah, tetapi bukan merupakan kebijakan yang berlaku nasional.

Para pengkritik mempertanyakan relevansi larangan tersebut mengingat cadar sangat jarang dipakai oleh orang di Norwegia.

“Ada sangat-sangat sedikit orang yang mengenakan niqab, jadi ini hanyalah masalah marjinal dalam konteks integrasi. Oleh karena itu, saya meyakini usulan RUU ini tidak perlu,” kata Linda Noor dari wadah pemikir Minotenk yang fokus masalah-masalah minoritas, kepada lembaga penyiaran NRK.

Awal tahun ini sebuah organisasi Muslim di negara itu, Dewan Islam Norwegia, menyulut kontroversi setelah mempekerjakan seorang jubir pengguna cadar.

Organisasi itu, yang telah mendapatkan dana hibah dari pemerintah untuk meningkatkan dialog antaragama, dikritik oleh Kementerian Kebudayaa, anggota-anggota parlemen dari kalangan Muslim dan organisasi Muslim lainnya.

Dewan Islam Norwegia membela keputusannya menunjuk Leyla Hasic sebagai jubir dengan mengatakan wanita itu adalah orang yang tepat untuk mengemban tugas itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aa Gym: Enggak Usah Banyak Berpikir untuk Bersedekah
Tulisan selanjutnya Pulau Lesbos Diguncang Gempa, Getaran Sampai ke Istanbul dan Athena

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?