Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Persatuan Ulama Internasional Berterimakasih Peran Turki dalam Konflik Internal Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juni 2017 16:30 4:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2017 16:30
Bagikan
Syeikh Ahmad al-Raysuni, Wakil Presiden Persatuan Internasional Ulama Muslim (IUMS)
Bagikan

Hidayatullah.com– Tindakan Turki baru-baru ini memperkecil kemungkinan penjajahan militer Qatar, Syeikh Ahmad al-Raysuni, Wakil Presiden Persatuan Internasional Ulama Muslim (IUMS) yang bermarkas di Doha, mengatakan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency untuk mendiskusikan krisis politik intern Arab, al-Raysuni menyebut upaya-upaya untuk mengisolasi Qatar oleh segelintir negara Arab merupakan sebuah “reaksi yang berlebihan”.

Pada 5 Juni, lima negara Arab – Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman – tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduhnya mendukung terorisme.

Mauritania mengikuti jejak mereka tidak lama setelahnya, sementara Jordania mengurangi hubungan diplomatiknya dengan Doha.

Arab Saudi juga menutup perbatasan daratnya dengan Qatar, secara geografis mengisolasi negara kecil Teluk itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Qatar, dengan berat menyangkal tuduhan bahwa negaranya mendukung terorisme, menggambarkan langkah untuk mengisolasi itu “tidak dapat dibenarkan”.

Baca:  Persatuan Ulama Dunia: Isolasi Negara Muslim pada Negara Muslim Lainnya Itu ‘Haram’

Al-Raysuni, mengatakan negara-negara yang saat itu terbentuk melawan Qatar “ingin membungkam semua oposisi” bagi kebijakan regional mereka.

“Mereka ingin membungkam semua kritik mereka dan semua gerakan oposisi di wilayah,” dia menegaskan.

Dia menambahkan bahwa beberapa negara yang saat ini sedang mencoba untuk mengisolasi Qatar memiliki kekuatan untuk melanjutkan tekanan yang lebih besar pada negara Teluk itu.

“Qatar bisa saja diduduki, khususnya oleh UEA atau Arab Saudi,” katanya, menambahkan bahwa tindakan cepat Turki pada krisis itu telah “menghilangkan kemungkinan tersebut sejak awal”.

Al-Raysuni menunjuk bahwa Turki tidak hanya mendukung Qatar dalam keadaan sulitnya saat ini, tetapi secara khusus berdiri melawan penindasan dan embargo yang tidak adil.

Baca:  Isolasi Qatar Tak Sesaikan Krisis, Erdogan Desak Negara Teluk Cabut Embargo

Dia kemudian mengutip “hubungan yang dalam” antara Turki dan Qatar, sembari mengatakan hubungan tersebut berakal dari hubungan sejarah antara Kekaisaran Ottoman dan keluarga Al-Thani yang berkuasa saat ini di Qatar.

Al-Raysuni juga mengatakan bahwa krisis di dalam hubungan internal Arab ini tidak secara besar berimbas pada rakyat Qatar, tetapi menggambarkan efek tindakan yang dilakukan oleh enam negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) sebagai “sebuah luka yang akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh”.

“GCC saat ini sangat terpolarisasi antara Oman, Qatar dan Kuwait di satu pihak dan Arab Saudi, UEA dan Bahrain di pihak lain,” katanya, bahkan setelah dua pihak berdamai, efeknya akan bisa terjadi “bertahun-tahun”.

Baca:  Persatuan Ulama Palestina Kecam Penyebutan Syeikh Qaradhawi dalam ‘Daftar Teroris’

Al-Raysuni, yang berasal dari Moroko, menyebut posisi Rabat pada krisis itu “hati-hati, adil dan terhormat”.

Pada awal minggu ini, pemerintah Moroko kembali menyerukan agar penyelesaikan krisis dilakukan melalui dialog.

Turki Kirim 5000 ton makanan ke Qatar

Sementara itu, hari Ahad ini, Turki mengirim 5.000 ton bahan makanan ke Qatar dengan mengunakan 71 pesawat. Bantuan Ankara tiba setelah Doha diblokade oleh Arab Saudi dan negara-negara Arab lain.

Pengiriman bantuan bahan makanan dalam jumlah besar itu disampaikan Menteri Perekonomian Turki Nihat Zeybekci, pada hari Sabtu.

”Sekitar 5.000 ton bahan makanan diangkut ke Qatar dengan 71 pesawat, pengirimannya dimulai akhir pekan ini (kemarin), truk juga mengangkut,” kata Zeybekci seperti dikutip oleh surat kabar Hurriyet Daily News, Ahad (18/6/2017).*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Isolasi Negara MuslimIUMSKrisis Diplomasi QatarNegara ArabNegara MuslimNegara telukPersatuan Ulama Duniapersatuan ulama muslim duniaQatarRabithah Ulama Palestinasemangat IslamSyeikh Ali Al QuradaghiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih Banyak Belajar Akhlak Daripada Ilmu
Tulisan selanjutnya BKPRMI Launching Gerakan Wakaf Tanah Meuligoe Al-Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?