Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Abaikan Kasus Seksual di Panti, Pejabat Pemerintah Mesir Kena Sanksi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2017 05:33 5:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Agustus 2017 05:33
Bagikan
Ilustrasi: anak-anak Mesir sedang bertamasya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak kejaksaan tata usaha negara di Mesir mengajukan 35 pegawai pemerintah ke pengadilan karena terang-terangan mengabaikan kasus pelanggaran seksual di kalangan anak-anak di sebuah panti asuhan di Kairo.

Para terdakwa, termasuk beberapa pejabat dari Kementerian Solidaritas Sosial dan pemerintah setempat, menghadapi dakwaan “pengabaian tugas secara terang-terangan” karena gagal mengambil tindakan setelah ada bukti-bukti yang menunjukkan anak asuh yang lebih tua melakukan pelanggaran seksual terhadap anak asuh yang lebih muda di sebuah panti asuhan di daerah Ain Shams, bagian timur ibukota Kairo. Demikian dilansir kantor berita MENA hari Selasa (8/8/2017) mengutip pernyataan jaksa TUN Mohamed Samir.

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa 35 dari 80 anak yang berada di Panti Asuhan Fatima Al-Zahraa mengalami kekerasan seksual berulang, imbuh pernyataan itu.

Kejaksaan TUN memerintahkan dilakukannya penyelidikan atas kasus tersebut pada bulan Februari lalu, setelah seorang pekerja sosial muncul di layar televisi dalam acara bincang-bincang Ashera Masaan menceritakan perihal dugaan pelanggaran seksual yang terjadi di panti asuhan tersebut.

Kejaksaan TUN mengatakan hasil investigasi menunjukkan bahwa seorang pengawas di panti tersebut memasukkan laporan, setelah dia melihat tanda-tanda adanya pelanggaran seksual atas seorang anak ketika dimandikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam satu kesempatan konsultasi dengan pekerja sosial itu, yang kemudian tampil di Ashera Masaan, bocah laki-laki yang menjadi korban mengungkap bahwa dirinya dicabuli oleh temannya yang berusia lebih tua.

Pekerja sosial itu, seorang perempuan, mengatakan pihak manajemen mengabaikannya ketika dia melaporkan insiden itu. Manajemen mengatakan kepadanya bahwa kejadian seperti itu lumrah di kalangan anak berjenis kelamin sama yang dikumpulkan dalam jumlah banyak dalam satu tempat.

Pekerja sosial itu mengatakan dirinya kemudian dicopot dari posisinya di panti asuhan yatim-piatu tersebut.

Dia mengatakan bahwa pihak pengelola panti juga mengabaikan sejumlah laporan kasus sejenis yang terjadi sejak 2012.

Selain kasus seksual tersebut, kejaksaan mengatakan bahwa petugas investigasi menemukan di panti itu sejumlah pelanggaran lain, termasuk kurangnya keamanan, tidak memadainya staf yang berpendidikan, serta minimnya pelayanan kesehatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PayTren Dapat Sertifikat DSN MUI, Yusuf Mansur: Ini Bukan Rekayasa
Tulisan selanjutnya Generasi Muda Harus Siap Meneruskan Estafeta Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?