Hidayatullah.com–Pasukan pro-pemerintah Yaman menyerbu Kota Midi yang diduduki pemberontak Syiah al Houthi hari Ahad, menguasai sebagian besar kota itu, menurut militer Yaman seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency, Senin 28 Agustus 2017.
Tentara Yaman dari Zona Militer Kelima mengatakan dalam pernyataannya: “Pasukan Tentara Nasional dengan partisipasi pasukan Koalisi Arab pada pagi hari ini [Ahad] telah membebaskan seluruh pemukiman timur Midi, provinsi utara Hajah.
“Tentara terus menembus pemukiman Midi, sementara operasi militer dilanjutkan hingga mencapai targetnya yaitu membersihkan Kota Midi dari Houthi dan distrik pemukiman setelahnya.
“Kota Midi, yang telah dikepung selama berbulan-bulan, hampir sepenuhnya dibebaskan, dan al Houthi tidak lagi berada di pemukiman barat pantai itu, yang akan dibebaskan beberapa jam ke depan.”
Menurut pernyataan itu, lusinan milisi pemberontak Syiah al-Houthi terbunuh dan terluka sementara lainnya melarikan diri, ditambahkan pula pasukan pro-pemerintah menemukan beberapa senjata selama penyerbuan tersebut.
Sementara itu, kantor berita berafiliasi Syiah al Houthi pada Ahad mengatakan “pesawat musuh [merujuk pada Koalisi Arab] melancarkan lebih dari 20 serangan di Direktorat Midi”.
Penyerbuan Kota Midi terjadi di saat pertempuran terjadi antara dua sekutu yang melawan pemerintah sejak 2014: pasukan Presiden Ali Abdullah Saleh dan milisi Syiah al – Houthi.
Setidaknya sembilan orang terbunuh dalam pertempuran yang terjadi di Sabtu malam antara pasukan Saleh dan milisi Syiah al-Houthi di Ibu Kota Sana’a, seorang narasumber keamanan Yaman mengatakan pada Ahad.
Korban terbunuh merupakan tujuh anggota milisi pemberontak Syiah al-Houthi dan dua tentara pro-Saleh, termasuk pemimpin partai Kongres Umum Rakyat, Khaled al-Reda, seorang pejabat polisi Yaman mengatakan Anadolu Agency.
Menurut narasumber yang sama, keadaan relatif tenang di Sana’a di tengah-tengah perselisihan antara dua pihak itu.
Baca: Turki Kecam ‘Percobaan Serangan’ ke Makkah oleh Milisi Syiah al-Houthi
Pejabat hubungan Dalam Negeri al-Houthi, yang secara internasional tidak diakui, mengatakan pada Ahad bahwa beberapa “elemen bersenjata terlarang” telah menyerang beberapa titik keamanan mereka di bundaran Meshabi, menyebabkan kematian tiga orang dan melukai lima lainnya; mereka tidak menunjuk langsung pasukan pro-Saleh.
Tidak ada komentar resmi terkait insiden itu baik dari Saleh ataupun partainya.
Bentrokan pada Sabtu malam pecah antara dua sekutu perang itu terjadi dikarenakan pemberontak Syiah al-Houthi yang mendirikan sebuah pos pemeriksaan di depan rumah anak laki-laki Saleh – Brigadir Jenderal Ahmed Ali Abdullah Saleh – di tengah pemukiman Haddah, Sana’a.
Baca: Iran Akui Bekali Senjata Milisi Syiah Houthi Serang Arab Saudi
Yaman telah berada dalam perang sipil sejak 2014, ketika pemberontak Syiah al-Houthi menyerbu hampir semua bagian negara itu, termasuk Sana’a.
Konflik semakin meningkat ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan sebuah operasi militer udara besar-besaran pada 2015 dengan tujuan untuk mendukung pemerintah Yaman yang sah dan mengurangi kekuatan militer al-Houthi.
Menurut Komite Internasional Palang Merah, lebih dari 3 juta rakyat Yaman telah meninggalkan rumah mereka sejak konflik Yaman pecah, dan lebih dari 20 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.*