Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Minim Pemirsa, Sky Berhenti Tayangkan Fox News di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2017 10:50 10:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2017 10:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Stasiun televisi Sky berhenti menayangkan Fox News di Inggris, menyusul rendahnya jumlah pemirsa acara tersebut.

Dilansir BBC Selasa (29/8/2017), 21st Century Fox, yang dimiliki Rupert Murdoch, mengatakan bahwa penayangan Fox News di Inggris dihentikan karena dipandang tidak menguntungkan secara komersial.

Keputusan tersebut tidak berkaitan dengan rencana Fox untuk membeli Sky, kata sebuah sumber kepada BBC.

Menteri Kebudayan Karen Bradley sebelumnya pernah mengatakan bahwa dia kemungkinan akan merujuk keinginan Fox untuk menguasai Sky itu ke regulator kompetisi usaha.

“[Fox] memutuskan berhenti menyediakan siaran Fox News Channel di Inggris,” kata seorang jubir perusahaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Fox News fokus pada pasar AS dan dirancang untuk pemirsa AS dan, oleh karena itu, sehari rata-rata pemirsa di Inggris tidak banyak. Kami menyimpulkan bahwa melanjutkan penayangan Fox News di Inggris tidak memberikan keuntungan secara komesial kepada kami,” imbuhnya.

Sky berhenti menayangkan acara jaringan televisi asal Amerika Serikat itu di Inggris dari pukul 4 sore hari Selasa (29/8/2017).

Pada bulan Mei, seorang wanita yang mengklaim dirinya mengalami pelecehan seksual di Fox News meminta kepada regulator media Inggris agar menghalangi upaya 21st Century Fox membeli Sky.

Sumber perusahaan mengatakan bahwa pengaduan masalah itu tidak ada hubungannya dengan rencana pembelian Sky dan bukan alasan menurunnya jumlah pemirsa Fox News.

Sumber itu mengatakan bahwa Fox News di Inggris rata-rata sehari mendapatkan 2.000 pemirsa. Artinya, biaya yang dikeluarkan 21st Century Fox untuk menayangkan Fox News di Inggris tidak sepadan dengan keuntungan komersial.

Akan tetapi, Broadcaster’s Audience Research Board (Barb) mengatakan rata-rata penonton Fox News sehari hampir 60.000 tahun ini.

Bulan Desember 2016, 21st Century Fox menawarkan 11,7 miliar pound untuk membeli 61% saham Sky yang belum dimilikinya.

Para pengkritik mengatakan bahwa merger itu, yang akan memberikan 21st Century Fox akses ke 22 juta pemirsa Sky di Eropa, akan menjadikan Rupert Murdoch terlalu banyak memegang kekuasaan untuk mengontrol media Inggris tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Diharapkan Minta ASEAN Keluarkan Myanmar dan Mengembargonya
Tulisan selanjutnya Dua Malaikat di Pagi Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?