Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berjuang dan Melawan! Pilihan Terakhir Pria Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2017 07:43 7:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2017 07:38
Bagikan
Tentara Penyelamat Rakyat Rohingya (Arakan Rohingya Salvation Army/ARSA) atau juga dikenal Harakah al-Yaqin
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang-orang Rohingya, terutama para pria, telah mulai mengangkat senjata dengan bergabung dengan kelompok pejuang untuk melawan militer Myanmar yang kejam.

Situasi ini telah menjadi perubahan dramatis sejak Oktober lalu ketika umat Islam yang sebelumnya menjadi korban penyiksaan terpaksa melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Pada hari Jumat, para gerilyawan dari Arakan Rohingya Security Force/ARSA atau dikenal  dengan Harakah al-Yaqin , menyerang sekitar 30 pos polisi untuk mengorbankan setidaknya 12 petugas keamanan dengan hanya berbekal pisau dan bom rakitan.

Seorang pengungsi perempuan Rohingya yang berhasil memasuki Bangladesh, mengakui bahwa suaminya telah bergabung dalam gerakan tersebut untuk melawan tentara Myanmar.

Ayesha Begum (25 tahun) mengatakan dia tidak menyesal jika suaminya tidak dapat melihat kelahiran anak keenamnya saat mereka berjuang bersama ARSA di Rakhine, Myanmar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Suami saya membawa kami ke sungai dan menyeberangkan kami,” tutur Begum di Kamp Kutupalong, menggambarkan perjuangannya menyeberangi Sungai Naf bersama anak-anaknya yang masih kecil.

Baca: Catatan Kekerasan Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya Hari ke 4

Begum,  bersama ribuan warga muslim Rohingya lainnya, kebanyakan perempuan dan anak-anak, mengungsi ke Bangladesh sejak militer Myanmar menggelar operasi besar-besaran pada Jumat (25/08/2017).

“Dia mengucap selamat tinggal. Katanya, jika kita tidak bisa bertemu lagi di Arakan (Negara Bagian Rakhine), kita akan bertemu di surga,” sambungnya.

“Katanya, jika kita tidak bisa bertemu lagi di Arakan (Negara Bagian Rakhine), kita akan bertemu di Surga,” kata Ayesha Begum mengutip suaminya [AFP]
Begum tanpa didampingi suaminya, kini sedang menanti kelahiran anak keenam mereka di kamp pengungsian di Bangladesh.

Setelah bertahun-tahun menjadi korban pembantaian militer Myanmar, muslim Rohingya kini menjawab panggilan untuk melawan.

Ajakan ARSA untuk melakukan perlawanan disambut pria-pria Rohingya yang berada di pengungsian atau perbatasan Bangladesh.

Seorang tetua adat Rohingya, Shah Alam, yang ditemui di perbatasan Myanmar-Bangladesh, mengakui bahwa 30 pria dari tiga desa di distriknya telah bergabung dengan ARSA.

“Apakah mereka punya pilihan lain? Mereka lebih memilih berjuang atau mati daripada dibantai seperti domba,” tuturnya.

Baca: Erdogan Kecam Kekerasan terhadap Muslim Rohingya

Meski hanya bersenjata seadanya dan tidak yakin bisa mengalahkan militer Myanmar yang bersenjata lengkap, kondisi itu tidak menyurutkan tekad mereka melakukan perlawanan.

“Ada ratusan saudara kami bersembunyi di bukit-bukit. Kami telah bersumpah akan menyelamatkan Arakan meski hanya dengan tongkat dan pisau,” tegas seorang remaja Rohingya yang bergabung dengan kelompok militan tersebut.

Banyak dari orang-orang Rohingya yang mengungsi akibat kekerasan tersebut mengatakan bahwa mereka nyaris tidak dapat melarikan diri dengan kehidupan mereka.

Mereka menggambarkan massa Budha dan pasukan keamanan yang menembak warga sipil yang tidak bersenjata dan membakar rumah-rumah, sebuah pelecehan yang berulang kali didokumentasikan di Rakhine sejak kemajuan konflik.** >> klik BERSAMBUNG

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Arakan Rohingya Security ForceARSAberjuangetnis Muslim Rohingyaetnis RohingyaHarakah al-YaqinkekerasanMelawanmiliter MyanmarMuslim MyanmarmyanmarPria RohingyaRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gali Khazanah Keilmuan Islam, Ekspedisi Jejak Walisongo Digelar
Tulisan selanjutnya UINSA Luncurkan ‘Gerakan Mengaji Indonesia’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?