Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq Menahan >1.400 Orang Asing Istri dan Anak Militan ISIS di Mosul

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 September 2017 10:32 10:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 September 2017 10:30
Bagikan
Pasukan ISIS di Provinsi Nineveh, Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak berwenang Iraq menahan lebih dari 1.400 orang yang terdiri dari istri dan anak-anak tersangka militan ISIS, setelah pasukan pemerintah dan pendukungnya menggempur pertahanan kelompok bersenjata itu belum lama ini, kata para pejabat keamanan.

Kebanyakan wanita asing itu berasal dari Turki. Sejumlah lainnya berasal dari negara pecahan Uni Soviet seperti Tajikistan, Azerbaijan dan Rusia. Beberapa lainnya orang Asia, dan segelintir orang Prancis dan Jerman. Demikian dikatakan pejabat militar dan intelijen Iraq, lapor Reuters hari Ahad (10/9/2017).

Istri-istri dan anak-anak dari militan ISIS itu ditahan di sebuah kamp Iraq di selatan Mosul. Kebanyakan tiba di sana setelah 30 Agustus, ketika pasukan Iraq memukul pasukan ISIS keluar Mosul.

Seorang pejabat intelijen mengatakan orang-orang itu masih sedang diverifikasi status kewarganegaraannya dengan masing-masing negara asal mereka, sebab kebanyakan dari para wanita itu sudah tidak lagi memegang dokumen asli yang menunjukkan identitasnya..

“Kami menahan keluarga-keluarga Daesh dalam penjagaan keamanan ketat dan menunggu instruksi dari pemerintah tentang bagaimana cara menangani mereka,” kata Kolonel AD Ahmed Al-Taie dari Komando Operasi Nineveh di Mosul.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami memperlakukan mereka dengan baik. Mereka adalah keluarga dari para penjahat keji yang membunuh orang-orang tak berdosa dengan darah dingin, tetapi ketika kami menginterogasi mereka kami mendapati bahwa hampir semua disesatkan oleh propaganda licik Daesh,” imbuhnya.

Para reporter Reuters melihat ratusan wanita dan anak-anak duduk di kasur-kasus yang dirayapi kutu di tenda-tenda tanpa berpendingin udara di tempat yang disebut para pekerja kemanusiaan sebagai “situs militer”. Bahasa Turki, Prancis dan Rusia terdengar dipergunakan dalam percakapan mereka.

“Saya ingin pulang (ke Prancis) tapi tidak tahu bagaimana caranya,” kata seorang wanita berkerudung asal Chechnya yang mengaku sebelumnya tinggal di Paris. Dia mengaku tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya, yang membawanya ke Iraq ketika bergabung dengan ISIS.

Seorang petugas keamanan mengatakan bahwa para wanita dan anak-anak itu kebanyakan menyerahkan diri kepada pasukan Kurdi Peshmerga di Tal Afar, bersama dengan suami-suami mereka. Pasukan Kurdi kemudian menyerahkan para wanita dan anak-anak itu ke pasukan Iraq, tetapi menahan para prianya –yang diduga adalah militan ISIS.

Keluarga-keluarga militan ISIS terpaksa pergi ke Tal Afar setelah pasukan Iraq mengusir Daesh keluar Mosul.

Pasukan Iraq kemudian mengambil alih Tal Afar, kota yang didominasi etnis Turkmen dan menghasilkan sejumlah komandan senior ISIS, bulan lalu.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa Iraq ingin bernegosiasi dengan kedutaan-kedutaan asing untuk memulangkan para wanita dan anak-anak itu ke negeri asalnya. “Kami tidak bisa menampung tahanan dalam jumlah sebanyak ini untuk waktu lama,” ujarnya.

Menurut Letkol AD Salah Kareem, petugas sudah menghitung sejauh ini mereka berasal dari sedikitnya 13 negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menjalankan Perintah Al-Qur’an dalam Kehidupan
Tulisan selanjutnya Menag: Pelaksanaan Haji Tahun Ini Lancar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?