Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemilu Jerman: Merkel Pertahankan Jabatan, Partai Anti Islam Dapat Kursi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 September 2017 12:33 12:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2017 12:33
Bagikan
Kubu Angela Merkel memenangi pemilu, kelompok kanan anti Islam berhasil menjadi partai ketiga terbesar di parlemen
Bagikan

Hidayatullah.com– Kanselir Jerman Angela Merkel kembali mempertahankan jabatan setelah memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar Ahad (24/09/2017), di saat yang sama, kelompok kanan anti Islam berhasil menjadi partai ketiga terbesar di parlemen.

Dengan kemenangan ini, Angela Merkel akan menjabat sebagai Kanselir Jerman untuk keempat kalinya.

Lusinan pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor pusat partai sayap kanan anti-Islam itu di Berlin. Sebagian dari mereka membawa poster bertuliskan, “Pengungsi dipersilakan datang,” sebagaimana dikutip BBC.

Demonstrasi serupa juga berlangsung di Frankfurt dan Koeln.

Sementara itu, partai nasionalis radikal anti Islam, Alternatif fuer Deutschland (AfD), meraih lonjakan suara yang bersejarah dan akan berhasil mendapatkan kursi untuk pertama kalinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Partai yang didirikan Mei 2013 menurut riset FORSA memiliki 70% pemilih pria berusia  di atas 50 sebelumnya berkampanye  menuntut dibubarkannya zona mata uang Euro dan memberi tekanan khusus pada program anti Islam.

Baca: Manifesto Partai Jerman, AFD, Larang Adzan dan Cadar

Dalam sebuah demonstrasi bulan April 2017,  di kota Koeln,  AfD mengkampanyekan, “Islam tidak cocok dengan budaya Jerman.”

AfD juga menggelar kampanye anti Yahudi dan sentimen rasisme.

AfD meraup sukses dalam Pemilu regional di sedikitnya 10 negara bagian Jerman. Bahkan di dua negara bagian di kawasan timur Jerman, AfD raih lebih 20 persen suara. AfD memenangkan kursi pertama mereka sejak Perang Dunia II dan akan menjadi partai terbesar ketiga di parlemen.

AfD selama ini selalu menyerang kebijakan Merkel terkait isu migran dan pengungsi dari negara yang dilanda perang, terutama negara Islam seperti Suriah.

Program yang diusung AfD sangat anti-migran dan anti-Islam. Mereka pernah mengusulkan larangan pendirian menara masjid dan menganggap Islam tidak sesuai dengan tradisi Jerman.

Beatrix van Storch, salah satu petinggi AfD, dikutip BBC mengatakan,  hasil Pemilu akan mengubah sistem politik Jerman. Menurutnya, parlemen hasil Pemilu memberikan suara yang menurutnya tidak terwakili di parlemen sebelum ini.

“Kami akan mulai mendebatkan isu migrasi, dan mendebatkan isu Islam.”

AfD mendorong aturan pemberian suaka yang lebih ketat untuk membatasi penyalahgunaan sistem, serta melakukan seleksi khusus terkait pendatang dari negara-negara yang selama ini dianggap aman.

Sementara koalisi konservatif Uni Demokratik Kristen (CDU) dan Uni Sosial Kristen (CSU) yang mendukung Angela Markel mendapatkan perolehan suara terburuk sepanjang 70 tahun terakhir, tapi akan tetap menguasi parlemen.

Suara rendah juga diraih partai Sosial demokrat (SPD). Partai yang tadinya turut mendukung Merkel itu menyatakan akan beralih menjadi oposisi.

Kepada para pendukungnya, Merkel yang telah 12 tahun memegang jabatan kanselir sebenarnya berharap mendapatkan hasil yang lebih baik.

Merkel mengatakan, dia akan menyimak seluruh kecemasan, kekhawatiran, dan kegelisahan para pemilih AfD. Ia bertekad memenangkan kembali suara mereka.

Baca: Politisi AFD: “Islam Tidak Punya Tempat di Jerman”

Merkel menyebut bahwa ke depan pemerintahannya perlu menegoisasikan isu perekonomian, keamanan dan akar persoalan migrasi–salah satu pemicu raihan positif AfD pada Pemilu kali ini.

“Hari ini kami mendapatkan mandat untuk memikul tanggung jawab pemerintahan. Kami akan menjalankannya secara tenang dan tentunya mengajak para sekutu kami untuk berdiskusi,” ujar Merkel.

Karena peluang berkoalisi dengan SPD tertutup, proses Merkel membangun koalisi baru diperkIraqan akan memakan waktu berbulan-bulan.

Perkiraan itu berkaca pada enam partai yang akan masuk ke parlemen Jerman, jumlah terbesar sejak dekade 1950-an.

Skenario yang paling memungkinkan adalah koalisi ‘Jamaika’. Istilah itu merujuk pada warna bendera partai pengusung koalisi itu: hitam untuk CDU/CSU, kuning untuk partai ramah bisnis Partai Liberal Demokrat (FDP) yang kembali ke parlemen setelah empat tahun, dan hijau untuk Gruene, Partai Hijau.

Yang menarik, semua partai saat ini menolak bekerja sama dengan AfD.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfDAlternatif fuer DeutschlandAngela Merkelanti Imigrananti-migranCDUCSUKanselir Jermanlarangan ]menara masjidPartai Anti Islampemilihan umumPemilu JermanUni Demokratik KristenUni Sosial Kristen
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iraq Menggantung 42 Milisi Sunni
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Sukses Cegat Rudal Pemberontak Syiah Al Houthi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?