Hidayatullah.com–Kelompok militan Mesir, Hasm, mengaku bertanggung jawab pada hari Ahad atas sebuah ledakan kecil di Kedutaan Besar Myanmar di Kairo, dengan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pembalasan atas tindakan keras militer negara tersebut terhadap Muslim Rohingya. Demikian laporan Arab News, Ahad (01/10/2017).
Kementerian Dalam Negeri Mesir belum berkomentar mengenai ledakan yang terjadi pada hari Sabtu itu, yang oleh penduduk setempat dan media awalnya dilaporkan mungkin akibat adanya pipa gas yang keliru, namun dua petugas keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa jejak-jejak bahan peledak ditemukan di tempat kejadian.
“Pemboman ini merupakan peringatan kepada Kedutaan Besar pembunuh, pembunuh wanita dan anak-anak di Rakhine, dan sebagai bentuk solidaritas kepada anak-anak dari komunitas Muslim yang lemah ini,” kata Hasm dalam pernyataannya.
Baca: Al Azhar Mesir Kecam Serangan Brutal terhadap Etnis Muslim Rohingya
Ini adalah pertama kalinya, Hasm, sebuah kelompok yang dipersalahkan atas beberapa serangan yang menyasar hakim dan polisi di sekitar Kairo sejak tahun lalu, telah mengklaim sebuah serangan dengan target sipil.
“Kami telah terbiasa sangat berhati-hati untuk memastikan tidak ada korban sipil atau orang-orang yang tidak bersalah selama operasi,” kata Hasm dalam pernyataan itu..
Kedubes Myanmar tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.
Mesir menuduh Hasm sebagai sayap Ikhwanul Muslimin, namun organisasi ini membantahnya.*/Abd Mustofa