Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembantaian Mogadishu: Mimpi Terburuk Penggali kuburan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2017 15:34 3:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2017 15:34
Bagikan
Mohamed Hassan mengatakan banyak mayat yang dikuburkannya telah kehilangan beberapa bagian tubuh
Bagikan

Hidayatullah.com–Mohamed Hassan adalah penggali kuburan di pemakaman Barakat di pinggiran ibu kota Somalia, Mogadishu.

Hassan (50), menggambarkan kesulitannya menguburkan anggota badan yang hilang akibat ledakan truk di Mogadishu yang menewaskan sedikitnya 300 orang, dan lebih dari 300 lainnya cedera dan 100 lainnya masih hilang. Ledakan di persimpangan tersibuk di pusat Kota Mogadishu itu adalah peristiwa pengeboman yang paling mematikan dalam sejarah negara Afrika Timur itu.

“Sekitar jam 1 siang kami meninggalkan pemakaman karena tidak ada pekerjaan. Karena biasanya pemakaman banyak dilakukan pada pagi hari. Lalu saya mendengar ledakan yang sangat keras.

“Pagi itu, kami tidak punya pekerjaan yang harus dilakukan karena tidak ada kematian. Biasanya kami mengubur satu orang sehari. Dan pada hari-hari sibuk, setidaknya kami menguburkan dua orang. Memang tidak banyak pekerjaan untuk tujuh orang penggali kuburan yang bekerja di pemakaman ini,” ujar Hassan kepada Aljazeera.

“Tapi dari suara ledakan yang terdengar, kami tahu kami akan sibuk. Ledakannya seperti gempa tapi sangat keras. Kami semua kembali bekerja dan mulai menyiapkan kuburan baru. Biasanya ketika terjadi sesuatu, kami tidak menunggu perintah kerabat korban untuk permintaan penggalian kuburan. Dengan begitu, saat ada yang datang, kami sudah memiliki satu atau dua kuburan yang telah siap.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Bom Mobil Somalia Tewaskan 300 Orang

“Kami pikir mungkin kami akan menerima paling banyak lima orang untuk dikuburkan. Karena pemakaman kami bukanlah yang terbesar. Dan letaknya pun agak jauh dari kota. Sehingga kebanyakan orang pergi ke kuburan lainnya.”

“Kemudian mayat mulai berdatangan. Ledakan itu terjadi Sabtu siang, dan kami menerima mayat pertama sekitar pukul 6 pagi di hari Minggunya.”

“Saya ingat dengan sangat jelas. Salah satu mayat itu tidak memiliki kepala dan juga kehilangan tangan. Terlihat seperti orang tua, tapi bisa saja saya salah. Kepala nya hancur karena ledakan. Mayat tersebut datang dari rumah sakit, kami diminta untuk menguburnya. Tidak ada yang tahu siapa identitas mayat tsb”.

“Bagaimana Anda mengidentifikasi mayat tanpa kepala?” tanya Aljazeera.

“Banyak mayat yang dikuburkan tidak dapat diidentifikasi karena mereka terbakar parah atau ada bagian tubuh yang hilang [Aljazeera]”
 “Saya sendiri mengubur 17 orang. Beberapa diantaranya hanya bagian tubuh yang dibungkus kain. Saya telah bekerja sebagai penggali kubur selama delapan tahun dan tidak pernah melihat yang seperti ini.”

Baca:  Bom Mobil Meledak di Luar Istana Presiden Somalia

“Saya telah tinggal di Mogadishu seumur hidup saya, dan bahkan selama perang saudara Somalia, korbannya tidak seburuk ini. Saya berusia 50 tahun dan ini adalah yang peristiwa terburuk yang pernah saya jumpai.”

“Rekan-rekan saya juga mengatakan hal yang sama. Saya tidak tahu berapa banyak yang berhasil mereka kubur, tapi kami sudah bekerja tanpa henti sejak Sabtu siang.”

“Bila anda bekerja ebagai seorang penggali kubur, anda akan berpikir bahwa anda telah melihat segalanya dan tidak ada yang akan membuat anda kesal. Tapi membicarakan apa yang saya lihat dari penguburan akibat peristiwa ini, membuat saya menangis. Saya sangat emosional. Saya berharap saya tidak akan lagi melihat hal seperti ini terulang kembali.” */ Khawlah bint al-Azwar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika TimurAl-Shabaabbom mobilMogadishuPengebomanSomaliaUni Afrika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah 8 Tentara Israel Bunuh Diri dalam Kurun 3 Bulan Terakhir
Tulisan selanjutnya Pengungsi Rohingya Terus Bertambah, Tiba saat Malam Diguyur Hujan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?