Hidayatullah.com— Pasukan Pertahanan Bahrain (Bahrain Defense Force/BDF) menandatangani sebuah kesepakatan dengan perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin untuk kontrak F-16 senilai $ 3,8 miliar (Rp 50 Trilyun).
Menurut agen resmi Bahrain, BNA, Bahrain Defense Force akan membeli 16 upgrade F-16 dari Lockheed Martin, kutip TRTWorld.
Kepala Angkatan Udara Bahrain Mayor Hamed bin Abdullah Al Khalifa mengatakan bahwa pesawat tersebut akan berkontribusi pada pengembangan Angkatan Udara Kerajaan Bahrain, yang memiliki banyak sistem modern.
“Lockheed Martin menghargai hubungan jangka panjang kami dengan Kerajaan Bahrain. Kami tetap berkomitmen penuh untuk mendukung pemerintah AS dan Kerajaan Bahrain dalam diskusi antar kekdua pihak yang sedang berlangsung seputar rencana penjualan Blok F-16 70,” kata seorang pejabat perusahaan dikutip gulfnews, Senin (23/10/2017).
Baca: Bahrain, Arab Saudi, UEA dan Mesir Putuskan Hubungan dengan Qatar
“Bahrain adalah negara pertama di wilayah ini yang mendapatkan F-16, dan dengan penjualan potensial ini Bahrain akan mencapai daerah lain yang pertama – pengadaan Block 70, pesawat tempur generasi keempat yang paling maju dan paling terjangkau di dunia,” tambah pejabat tersebut.
Penjualan senjata juga mencakup upgrade jet Lockheed Martin F-16 Bahrain yang diperkirakan berjumlah total US$ 1.082 miliar (sekitar Rp14 triliun). Penjualan lainnya termasuk US$ 27 juta untuk rudal TOW dan US$ 60,25 juta untuk 35 Meter Fast Patrol Boats.
Richard Ambrose, Wakil Presiden Eksekutif Perusahaan Lockheed Martin juga mengatakan Bahrain adalah salah satu negara pertama yang membuat kesepakatan ini di wilayah tersebut.
Kerajaan Bahrain, adalah sebuah negara Arab kecil berbentuk monarki di Teluk Persia, berada dalam kelompok kepulauan antara Semenanjung Qatar dan sebelah timur laut pesisir Arab Saudi.
Bahrain adalah sekutu lama Amerika Serikat di Teluk Persia dan telah menjadi tuan rumah bagi Angkatan Laut Amerika sejak tahun 1947.
Selama lebih dari 20 tahun, Angkatan Pertahanan Bahrain juga telah menerima peralatan militer dari Washington, termasuk tank, helikopter serang, dan F-16 Fighting Falcon.
Baca: Pemerintah Bahrain Tutup Paksa Kelompok Syiah Terbesar
Bahrain dan Amerika menandatangani perjanjian militer bersama terkait penyerahan tanah seluas 40 kilometer kepada Amerika oleh Bahrain pada tahun 1971.
Sejak tahun 1993, Pusat Komando Regional Angkatan Laut Amerika bermarkas di Bahrain dan pada tahun 1995, Bahrain secara resmi menjadi pangkalan Armada Kelima, AL Amerika.
Sejak dua dekade terakhir menunjukkan Amerika menjadikan Bahrain sebagai pangkalan untuk melancarkan operasi-operasi militer di kawasan.*