Hidayatullah.com–Jimmy Carter dan para mantan pemimpin dunia lainnya yang dikenal sebagai ‘The Elders’ atau “Sesepuh” telah mengimbau pemerintahan Republik Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Burma atau juga Birma) agar mengakhiri kekerasan terhadap penduduk minoritas Muslim di negara itu.
Dikutip Voice of America (VoA), Sebelum mengakhiri kunjungan tiga hari ke Burma di Rangoon hari Kamis (26/09/2013), mantan presiden Amerika itu mengatakan masalah tersebut tidak bisa diabaikan.
Kekerasan tahun lalu antara warga Muslim dan warga Buddha mengakibatkan lebih 200 orang tewas dan lebih 100.000 kehilangan tempat tinggal, sebagian besar dari minoritas Rohingya.
Mantan Presiden Carter, mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari dan mantan Perdana Menteri Norwegia Gro Harlem Bruntland pekan ini bertemu dengan Presiden Burma Thein Sein, para pemimpin agama dan berbagai organisasi masyarakat madani.
Mantan presiden Amerika itu mengatakan dia terkesan dengan laju reformasi politik di Burma, dengan mengatakan pembebasan para tahanan politik khususnya sangat menggembirakan.
Tahun 2007 Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela membentuk kelompok The Elders guna menggalakkan perdamaian dan HAM.*