Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Yaman Berhasil Hentikan Konflik Berdarah Dua Suku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 November 2017 08:01 8:01 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 November 2017 08:01
Bagikan
Sumaya Ahmed al-Hussam
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang aktivis wanita Yaman berhasil menghentikan perseteruan berdarah antara dua suku yang berlangsung selama 11 tahun dan mengakibatkan lebih dari 60 orang tewas dan 130 orang cedera, termasuk wanita dan anak-anak.

Perseteruan itu terus berlanjut meski telah ada upaya mediasi yang dilakukan pemerintah, penduduk setempat, anggota suku dan masyarakat.

“Pertumpahan berdarah yang terus berlanjut ini memaksa saya untuk bertindak meskipun saya  seorang wanita dan hidup di masyarakat konservatif,” kata Sumaya Ahmed al-Hussam, yang mengakhiri konflik panjang antara suku Bani Badr dan Bait al-Qaidi di provinsi Hajjah, Yaman barat laut.

Baca: Setengah Juta Orang Terkena Kolera di Yaman

Sumaya al-Hussam melakukan upaya mediasi dalam penyelesaian konflik atas sebidang tanah yang mengakibatkan serangkaian pembunuhan balas dendam yang menewaskan 60 anggota suku dan mencederai lebih dari 130 orang, termasuk anak-anak, wanita dan remaja di tahun 2012.

Kegagalan semua upaya mediasi sebelumnya karena tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sumaya al-Hussam mulai menerapkan rencana tindakannya setelah melakukan investigasi lapangan di daerah konflik untuk mengetahui penyebab dan perspektif suku-suku yang saling berselisih itu guna mencapai sebuah resolusi.

Dia bisa melibatkan semua pihak terkait untuk mencapai kesepakatan damai yang menghentikan konflik tersebut dan mengembalikan kehidupan  normal kembali di wilayah tersebut.

Baca: Tantangan Keberhasilan Arab Spring di Yaman

Sumaya, yang berpartisipasi dalam The National Dialogue Conference (NDC) pada tahun 2013, telah mengambil prakarsa “Sebuah langkah menuju perdamaian abadi dalam pandangan seorang wanita” dan sebagai hasilnya dia telah dinominasikan untuk berkompetisi dalam “Queen of Social Responsibility Programme” tahun 2017.

Program ini menyatukan peserta dari seluruh dunia Arab untuk menemukan prakarsa perempuan yang ditujukan untuk melayani masyarakat sipil.

Melalui prakarsa ini, Sumaya mengatakan bahwa dia berusaha membuat “mimpinya menjadi kenyataan meskipun di dalam area yang kecil di negaranya yang luas.”*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Konflik Berdarahmasyarakat sipilperang SukusukuSumaya Ahmed al-HussamWanita Yaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PPI Lebanon Pelantikan Pengurus dan Gelar Talkshow Kebangsaan
Tulisan selanjutnya Dokter Muslim Melawan Santet (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?