Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lagi-Lagi Kekejaman Pengasuh Anak di China Bikin Heboh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 November 2017 22:36 10:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 November 2017 22:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rekaman video yang menunjukkan anak-anak kecil diperlakukan sangat buruk di sebuah tempat penitipan anak di Shanghai menyulut kemarahan di China setelah beredar luas di internet.

Video pertama, yang sudah dilihat puluhan juta kali, menunjukkan seorang wanita menarik dengan kasar dan membanting tas ransel yang dibawa seorang anak perempuan kecil. Wanita itu lantas mendorong keras kepala si bocah menuju mejanya sehingga kepalanya terbentur dan tubuhnya limbung dan terjatuh ke lantai.

Rekaman itu dirilis oleh polisi, setelah orangtua anak itu mendapati luka pada putri mereka dan menuntut agar kamera pengawas diperiksa untuk mengetahui apakah kejadiannya terekam.

Sejak itu, dua rekaman video lainnya muncul. Satu berupa rekaman kamera pengawas yang menunjukkan seorang pengasuh wanita sedang menyuapi seorang bocah laki-laki dengan paksa dan membuatnya menangis. Selanjutnya pengasuh yang sama menghampiri seorang anak perempuan dan memukul bagian kepalanya. Tidak sampai di situ, si bocah yang sedang duduk tersebut lantas ditarik tangannya dengan keras agar berdiri. Bocah malang itu tentu saja menangis. Namun, tangisannya tidak menghentikan perbuatan kasar si pengasuh.

Video selanjtunya menampakkan dialog seorang bocah perempuan dengan ibunya yang memegang ponsel menunjukkan gambar sesuatu. Dari dialog diketahui pengasuh anak itu mencekoki makanan yang ditunjukkan kepadanya, yang diduga wasabi. “Rasanya sangat tidak enak,” ujar bocah itu dan menyebutkan nama guru yang memaksanya makan barang yang ditunjukkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anak-anak yang tampak dalam video berusia antara 18 bulan dan 2 tahun, laki-laki dan perempuan.

Diketahui sekitar 25 anak mengikuti kelas di tempat penitipan tersebut, yang didirikan pada bulan Februari tahun ini dan digunakan oleh karyawan perusahaan travel online Ctrip, lapor BBC Jumat (10/11/2017).

https://www.youtube.com/watch?v=Pym0fl-cAWI

Seorang ibu mengatakan bahwa putrinya, yang berusia 18 bulan, terus menangis setelah dititipkan di tempat tersebut.

“Putri saya pipis enam kali dalam satu jam dan gurunya memukuli dia dengan selimut. Dia tidak mengganti popok putri saya pada waktunya dan ketika dia mengganti popoknya, salah satu kaki anak itu ditarik sementara dia dalam posisi berdiri di pojok ruangan, bukannya diposisikan tidur,” papar ibu itu kepada Shanghai Daily.

Salah satu orangtua bermarga Wang mengatakan bahwa setelah mereka melaporkan kasus kekerasan tersebut kepada Ctrip, pihak perusahaan lalu mengambil salah satu rekaman kamera pengawas secara acak dan terkejut melihat hasilnya.

Tiga orang pengasuh dan seorang tukang bersih-bersih kemudian ditahan dan tempat penitipan anak itu ditutup sementara, sambil menanti hasil penyelidikan oleh pihak berwenang.

Puluhan ribu pengguna media sosial menyuarakan kemarahannya lewat Sina Weibo.

“Seringkali kasus-kasus kekerasan pada anak muncul ke permukaan. Apakah pemerintah akan memperbaiki pendidikan dan penilaiannya terhadap guru-guru taman indria?” tulis salah satu pengguna medso China, yang diacungi jempol lebih dari 9.000 kali.

Beberapa tahun belakangan kisah-kisah serupa banyak bermunculan di China.

Pada bulan Januari, publik dikejutkan dengan tindakan seorang guru taman kanak-kanak yang memukuli seorang bocah tuna rungu. Rekaman video menunjukkan guru wanita itu memukul bagian telinga si bocah, menguncang-guncangkan badannya, sebelum kemudian mendorongnya hingga terjerembab.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OECD: Inggris Negara Paling Gendut di Eropa Barat
Tulisan selanjutnya 40 Tahun Shalat Berjama’ah di Shaf Terdepan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?